Sungailiat (Antara Babel) - Bupati Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmizi Saat meminta tim pengawas memperketat pengawasan penyaluran pupuk dari distributor sampai ke petani.

"Saya minta tim pengawas penyaluran pupuk bekerja maksimal dengan memperketat pengawasan penyaluran pupuk sampai ke tingkat petani," katanya di Sungailiat, Kamis, menyikapi ditemukannya pupuk oplosan oleh Satgas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dia mengatakan, tim pengawas harus bekerja maksimal turun kelapangan langsung ke pengumpul pupuk sekaligus kepetani untuk mencegah masuknya pupuk ilegal itu.

"Pelaku tindak kejahatan itu harus dihukum sesuai dengan pelanggarannya karena tindakannya itu merugikan sekali masyarakat banyak terutama bagi petani," katanya.

Bupati mengatakan, pupuk oplosan ini tetap akan merugikan petani, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, setiap tanaman pada dasarnya membutuhkan takaran pupuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

"Saya berharap pupuk oplosan yang berhasil diungkap oleh tim Satgas Pangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, belum sempat diedarkan ketingkat petani," katanya.

Dia mengatakan, keberhasilan Satgas Pangan mengungkap pupuk oplosan sebanyak lebih dari 100 ton itu tentu harus didukung oleh semua pihak karena berhasil menyelamatkan ribuan petani di daerah.

"Saya berharap kasus tindakan pelanggaran  pupuk oplosan ini tidak kembali terjadi di kemudian hari sehingga petani bebas dari ancaman penggunaan pupuk palsu," kata Tarmizi Saat.

Bupati mengimbau seluruh masyarakat atau petani, untuk segera melaporkan ke pihaknya atau pihak kepolisian jika mengetahui adanya dugaan masukan pupuk oplosan agar dilakukan penindakan oleh yang berwajib.

Pewarta: Kasmono
Editor : Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026