"Meskipun cukup berat, namun kata tetap optimistis mampu meraih target itu mengingat sebelumnya pernah meraih dua penghargaan kabupaten sehat, yaitu Swastisaba Padapa dan Swastisaba Wiwerda," kata Bupati Bangka Barat, Parhan Ali di Muntok, Rabu.
Untuk merealisasikan target itu pemerintah daerah bekerja sama dengan Forum Sejiran Setason Sehat terus melaksanakan langkah strategis agar kriteria yang ditetapkan bisa terpenuhi.
Sejumlah upaya terus dilakukan, antara lain dengan memberikan bantuan motivasi dan material yang dibutuhkan untuk memenuhi kriteria penilaian dari tim verifikasi.
"Selain menggerakkan organisasi perangkat daerah, pemberdayaan masyarakat juga menjadi salah satu langkah yang dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat semakin paham pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungannya," kata dia.
Hal ini dikatakan Parhan Ali usai menggelar audiensi dengan tim verifikasi kabupaten sehat yang dipimpin Ahmad Priyatna dan Suraji. Rombongan tim verifikasi berkunjung ke Bangka Barat dalam rangka pembinaan dan verifikasi sekaligus peninjauan lapangan untuk meraih penghargaan Swastisaba Wistara.
Pimpinan tim verifikasi kabupaten sehat, Ahmad Priyatna mengatakan dari 173 dokumen yang sudah diterima tim masih tersisa sebanyak 95 dokumen lain yang harus diverifikasi, termasuk di Bangka Barat.
Menurut dia, penilaian kabupaten/kota sehat merupakan evaluasi dan apresiasi pemerintah pusat atas kinerja kabupaten/kota atas pencapaian yang telah dilakukan.
"Kami ingin ada langkah nyata dari pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam forum sehat. Melalui forum masyarakat itu akan terwujud kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat dalam merealisasikan pembangunan bidang kesehatan dan lingkungan hidup yang ada di kabupaten/kota," katanya.
Usai melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah dan Forum Sejiran Setason Sehat, tim verifikasi melakukan peninjauan ke beberapa lokasi yang menjadi target penilaian kabupaten sehat.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.