"Kondisi cuaca yang belum membaik di jalur transportasi perdagangan antara Jakarta dan Belitung Timur merupakan salah satu penyebab tingginya harga cabai. Stok cabai merah kini kian menipis,"Manggar, Belitung Timur (Antara Babel) - Harga cabai di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung pada pekan kedua Januari 2014 menembus angka Rp100.000 per kilogram (kg) akibat transportasi laut dari Jakarta menuju Pelabuhan ASDP belum normal.
"Kondisi cuaca yang belum membaik di jalur transportasi perdagangan antara Jakarta dan Belitung Timur merupakan salah satu penyebab tingginya harga cabai. Stok cabai merah kini kian menipis," ujar Engkus, seorang pedagang di Manggar, Rabu.
Menurut dia, kenaikan harga cabai juga disebabkan berkurangnya pasokan dari sejumlah sentra produksi di Kabupaten Belitung Timur karena hujan lebat dan akibat tanaman rusak diterjang banjir.
Di Pasar Lipat Kajang Manggar Belitung Timur, misalnya, harga semua jenis cabai melonjak tajam dalam dua pekan terakhir.
Pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan karena sejumlah pedagang besar tidak lagi mendapatkan kiriman dari sentra produksi maupun dari Jakarta.
Doni, pedagang cabai merah di Pasar Gantung menyatakan, kenaikan harga cabai dimulai dari cabai rawit yang sebelumnya Rp8.000 menjadi Rp20.000 per kg, sementara harga cabai merah naik dari sebelumnya Rp80.000 menjadi Rp100 ribu per kg.
Surtinah, pedagang cabai lainnya di Pasar Pagi Manggar mengatakan, kenaikan paling terasa terjadi pada cabai rawit hijau dari Rp7.000 menjadi Rp20.000 per kg.
"Harga cabai rawit hijau dan cabai merah keriting sudah melonjak sehari sebelum Tahun Baru. Lonjakan harga karena masa panen telah lewat," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: Alizar TanjungUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.