Pangkalpinang (Antaranews Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan 200 ton beras medium, untuk menjaga stabilitas harga beras di daerah itu.

"Saat ini distributor kekurangan stok beras medium, kerena pasokan kurang selama kondisi cuaca di perairan memburuk," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel, Yuliswan di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan saat ini ada kenaikan harga beras, karena stok yang ada di distributor tidak mencukupi dan hasil panen petani tidak maksimal selama cuaca ekstrim.

"Dalam mengatasi kenaikan harga yang lebih tinggi, kita meminta Bulog bekerja sama dengan distributor untuk menjaga stabilitas harga," ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta Bulog bekerja sama dengan semua distributor beras agar masyarakat dapat membeli beras medium dengan harga terjangkau.

"Kita minta Bulog menjual beras ke distributor seharga Rp8.000 per kilogram. Distributor melepas ke pengecer Rp8.300 dan pengecer menjual ke masyarakat tidak lebih dari Rp9.000," ujarnya.

Yuliswan mengatakan sesuai surat dari Menteri Perdagangan, biaya processing Rp500 akan ditanggung oleh Bulog karena Bulog tidak ada alat untuk memprosesnya.

"Kita berharap 200 ton beras medium ini cukup untuk menjaga stabilitas harga. Satgas pangan juga akan terus mengawasi hal ini agar masyarakat dapat menikmati beras medium dengan harga yang sama," ujarnya.


Pewarta: Elza Elvia
Editor : Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026