Hari Perempuan Internasional mengingatkan kita semua pada berbagai masalah ketidakadilan yang dialami perempuan,
Jakarta (Antaranews Babel) - Anggota Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengatakan perempuan harus berjuang bersama untuk menghadapi permasalahan-permasalahan yang dialami perempuan.

"Hari Perempuan Internasional mengingatkan kita semua pada berbagai masalah ketidakadilan yang dialami perempuan," kata Ninik, panggilan akrabnya, dihubungi di Jakarta, Rabu.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan Hari Perempuan Internasional juga merupakan suntikan bagi perempuan untuk terus bersemangay memperjuangkan kepentingan perempuan.

Menurut Ninik, perempuan kerap harus memiliki peran ganda dalam keluarga. Banyak perempuan yang bekerja tetapi juga dibebani dengan pekerjaan rumah tangga, hal yang tidak terjadi pada laki-laki.

"Namun, meskipun memiliki peran ganda, perempuan kerap mendapatkan ketidakadilan," tuturnya.

Ninik mencontohkan pada kasus balita bertubuh pendek atau "stunting" dan gizi buruk. Seringkali anak "stunting" atau penderita gizi buruk dihadirkan bersama ibunya, tidak bersama bapaknya, seolah-olah perempuan yang harus bertanggung jawab terhadap persoalan itu.

Begitu pula di tempat kerja. Perempuan masih banyak yang menerima ketidakadilan karena menerima upah yang lebih rendah daripada laki-laki atau mendapat perlakuan yang melecehkan.

Setiap 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Sejumlah kelompok perempuan telah merancang kegiatan dan aksi pada hari tersebut.

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor : Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026