"Pembangunan global tidak akan berhasil jika perempuan tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terlibat dan ikut berperan didalamnya. Maka, dukungan dan partisipasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga profesi sangat dibutuhkan bagi peningkatan kualitas perempuan, tidak terkecuali peran kalangan akademisi," kata Yohana melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan kalangan akademisi dapat berpotensi besar menjadi sumber daya dalam membantu Indonesia mewujudkan percepatan pembangunan dan kesetaraan gender. Salah satunya melalui Gerakan HeForShe.
Gerakan ini menjadi kampanye global yang merupakan langkah solutif untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan responsive gender, serta dapat pula diterapkan dalam institusi perguruan tinggi.
Gerakan HeForShe mengajak laki-laki terlibat sebagai agen perubahan dalam mencapai kesetaraan gender dan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak perempuan, serta upaya mengakhiri kekerasan terhadap keduanya.
"Inti dari gerakan HeForShe adalah bagaimana mendorong pelibatan laki-laki dalam upaya-upaya melindungi perempuan dan mewujudkan kesetaraan gender," kata dia.
Dia mengatakan gerakan tersebut tidak hanya dapat diprakarsai oleh kaum laki-laki, perempuan juga dapat terlibat dalam upaya-upaya menyadarkan dan mengajak laki-laki untuk lebih responsif terhadap perempuan dan anak perempuan serta mengakhiri kekerasan.
Dia berharap mahasiswa dapat mengenali situasi kehidupan masyarakat yang mereka lihat dan berada di sekitarnya.
Dengan demikian, mereka dapat diasah kepekaannya untuk memahami masalah yang dihadapi kaum perempuan dan anak dalam masyarakat yang hendak ditanggulangi dengan berbagai program pembangunan.
"Ketika para mahasiswa telah mampu meningkatkan kepekaannya terhadap isu perempuan dan anak, saya berharap mahasiswa dapat mendukung misi Bapak Presiden Jokowi yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai salah satu dari 10 Kepala Negara terpilih menjadi HeforShe Champion World Leader," kata dia.
Dia ingin seluruh masyarakat dapat melindungi kaum perempuan, anak-anak dan kelompok marjinal melalui tiga fokus area, yaitu penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, penurunan angka kematian ibu, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan.
Pewarta: Aubrey Kandelila FananiEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.