"Saat ini praktik penimbunan sembako cukup rawan seiring pasokan dari daerah sentra produksi tersendat karena kondisi cuaca di perairan memburuk,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mewaspadai penimbunan sembilan bahan pokok (sembako) yang dapat memicu kenaikan harga lebih tinggi dan merugikan masyarakat.


"Saat ini praktik penimbunan sembako cukup rawan seiring pasokan dari daerah sentra produksi tersendat karena kondisi cuaca di perairan memburuk," kata Kepala Disperindag Babel Hasanuddin di Pangkalpinang, Senin.


Ia mengatakan, dalam upaya mengantisipasi penimbunan sembako pihaknya meningkatkan pemantauan stok dan harga di gudang distributor dan pasar tradisional di Bangka Belitung.


Selain itu juga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, distributor dan pihak terkait lainnya sehingga pengawasan lebih optimal.


"Meski harga berbagai kebutuhan warga seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, serta sayur mayur seperti cabai, bawang, tomat dan lainnya mengalami kenaikan, namun kita belum menemukan praktik penimbunan yang dilakukan pedagang," ujarnya.


Menurut dia, pedagang yang melakukan penimbunan sembako akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku.


"Kami akan menyerahkan kasus penimbunan sembako ini kepada pihak kepolisian dan diharapkan pihak penegak hukum memberikan sanksi yang berat kepada pedagang nakal ini karena sudah meresahkan dan memberatkan ekonomi warga," ujarnya.


Untuk itu, kata dia, diminta pedagang tidak melakukan praktik-praktik yang melanggar hukum untuk mendapatkan keuntungan besar yang merugikan konsumen.


"Kami berharap warga ikut mengawasi dan melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan praktik penimbunan," ujarnya.


Pewarta: Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026