"Dari empat pelabuhan kapal penumpang di Babel, jumlah penumpang kapal laut yang mengalami kenaikan terbesar di Pelabuhan Manggar (Kabupaten Belitung Timur) hingga 67,1 persen," ujar Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Kamis.
Sementara itu, penumpang kapal laut di pelabuhan lainnya yang mengalami peningkatan yakni Pelabuhan Belinyu (Kabupaten Bangka) yang meningkat 12,9 persen, kemudian Pelabuhan Pangkalbalam (Kota Pangkalpinang) 29,5 persen, dan Pelabuhan Muntok (Kabupaten Bangka Barat) naik 30,3 persen.
Sementara di Pelabuhan Tanjungpandan (Kabupaten Belitung) terjadi penurunan hingga 59,3 persen disebabkan pada bulan Desember 2013 sudah banyak kapal yang tidak melayani rute Pangkalpinang-Belitung dan sebaliknya.
"Apabila dibandingkan dengan total bulan yang sama tahun lalu, penumpang kapal laut yang berangkat mengalami penurunan sebesar 8,3 persen. Penurunan terbesar terjadi di Pelabuhan Muntok sebesar 16,1 persen, diikuti Pelabuhan Tanjungpandan 6,9 persen, sedangkan Pelabuhan Manggar, Belinyu dan Pelabuhan Pangkalbalam mengalami peningkatan signifikan masing-masing sebesar 47,8, 4,8 dan 4,6 persen," ujarnya.
Ia mengatakan, jumlah penumpang kapal laut antarpulau yang datang ke Babel pada Desember 2013 tercatat sebanyak 22,8 ribu orang atau naik 10,3 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan terbesar jumlah penumpang kapal yang datang terjadi di Pelabuhan Belinyu mencapai 67,0 persen menjadi 1.000 orang, diikuti Pelabuhan Pangkalbalam yang naik 65,9 persen, Pelabuhan Muntok naik 13,0 persen dan Pelabuhan Manggar naik 7,0 persen.
Sedangkan jumlah penumpang yang datang di Pelabuhan Tanjungpandan mengalami penurunan hingga 55,8 persen menjadi hanya 2.400 penumpang.
"Biasanya, calon penumpang kapal laut ini akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjelang hari-hari besar keagamaan Islam seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, sementara hari besar agama lainnya masih relatif normal," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.