Sebagian besar penanaman padi di Kabupaten Bangka Selatan masih mengandalkan air tadah hujan
Toboali (Antara Babel) - Musim tanam padi di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih menunggu jadwal musim hujan awal November 2012 agar tanaman padi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

"Sebagian besar penanaman padi di Kabupaten Bangka Selatan masih mengandalkan air tadah hujan untuk pengairan sawah, karena sistem pengairan irigasi sawah belum optimal," kata Kabid Kelembagaan dan Pengkajian Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Bangka Selatan, Mulyana di Toboali, Kamis.

Ia menjelaskan, sebenarnya berdasarkan kesepakatan awal antara petani dan penyuluh lapangan, penanaman padi akan dilakukan pada awal Oktober 2012 atau pada awal musim hujan.

Akan tetapi, kata dia, terpaksa diundur karena berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang bahwa musim hujan di wilayah Bangka Belitung terjadi pada awal November 2012.

Oleh karena itu, secara otomatis jadwal penanaman padi sawah di Kecamatan Pulau Besar harus ditunda atau mengikuti jadwal musim hujan di daerah itu.

"Sebenarnya para petani di Pulau Besar sudah mempersiapkan sawahnya untuk melakukan pengolahan dengan malakukan penunggalan atau pengolahan sawah dengan traktor," ujarnya.

Ia mengatakan, jika dilihat dari jadwal musim hujan, jadwal pengolahan sawah tersebut masih terlalu dini karena jadwal penanamannya masih jauh sekitar satu bulan lebih.

Akan tetapi, kata dia, itu semua tidak mempengaruhi terhadap sistem penanaman padinya, hanya saja para petani diminta untuk lebih banyak berkoordinasi dengan para penyuluh lapangan atau BPPKP Bangka Selatan untuk lebih memahami sistem penanaman yang efektif dan efesien.

"Secara umum sistem penanaman padi dengan mengandalkan musim hujan ini kurang efektif karena penanaman padi sawah hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun," ujarnya.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan sistem pengairan irigasi penanaman padi sawah bisa dilakukan tiga kali dalam setahun dan secara otomatis hasil panen jauh lebih banyak.

Ke depannya diharapkan adanya peran serta pemerintah yang lebih optimal dalam rencana pembuatan irigasi sawah, sehingga pengolahan padi sawah bisa optimal.



Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026