"Ekspor timah pada Mei tahun ini mengalami lonjakan mencapai 54,57 persen dengan nilai 255,8 juta dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya 165,5 juta dolar AS," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan lonjakan ekspor timah menaikkan peran timah dalam ekspor Januari - Mei 2018 sebesar 79,69 persen. Secara kumulatif (Januari-Mei), terjadi peningkatan ekspor timah 13,56 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Ekspor timah provinsi ini didominasi Singapura. Sekitar 23,95 persen ekspor timah pada Januari - Mei 2018 dikirim ke Negeri Singa Putih tersebut," ujarnya.
Namun jika dibanding Januari - Mei 2017, kata dia ekspor timah ke Singapura pada tahun ini turun 21,71 persen. Belanda, Korea Selatan, India, dan Jepang berada dalam lima negara tujuan utama ekspor timah pada Januari-Mei tahun 2018. Lima negara utama ini mengimpor sekitar 74,31 persen timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.?
Sementara itu, ekspor nontimah Januari - Mei 2018 didominasi oleh bahan bakar mineral (HS 27). Tercatat nilai ekspor bahan bakar mineral sebesar 74 juta dolar AS atau 46,25 persen dari jumlah ekspor nontimah di provinsi itu.
"Nilai ekspor lemak dan minyak hewan turun 18,24?persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peran komoditas ini menjadi 38,13 persen," katanya.
Sementara nilai ekspor lada yang termasuk golongan HS 09 turun 42,35 persen sehingga perannya menjadi 3,25 persen dari ekspor non-timah. Produk karet dan barang dari karet secara kumulatif naik 30,10 persen dan golongan ikan dan udang naik 155,28 persen. Peran kedua golongan ini menjadi 9,76 persen.
Ia mengatakan Banglades merupakan negara tujuan utama ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sekitar 20,21 persen atau 32,4 juta dolar AS ekspor nontimah tersebut diserap oleh?Banglades. Sementara Jepang berada di posisi kedua dengan peran 15,85 persen dengan nilai 25,4 juta dolar AS.
Peran ekspor ke Australia tertahan di peringkat ketiga karena kekosongan ekspor selama tiga bulan terakhir. Peran Australia mulai didekati oleh Tiongkok, Amerika Serikat mengimpor 14,4 juta dolar AS.
"Peran negara adikuasa ini mencapai 8,98 persen dan menempati?peringkat kelima," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.