"Selama ini para petani belum memanfaatkan dengan maksimal `kolong-kolong` untuk usaha budi daya ikan air tawar," kata Bupati Bangka Tarmizi Saat di Sungailiat, Jumat.
Dia mengemukakan pemanfaatan "kolong" akan menguntungkan petani, karena mereka tidak perlu lagi membangun kolam dan ketersediaan air "kolong" yang memadai untuk usaha pembesaran dan pembibitan ikan air tawar.
"Petani hanya cukup melakukan pengapuran dan pemupukan menggunakan pupuk kandang, guna menstabilkan PH atau keasaman air bekas tambang tersebut," katanya.
Menurut dia, usaha pembibitan dan pembesaran ikan air tawar cukup menjanjikan, karena ketersediaan yang masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi.
"Selama ini untuk memenuhi konsumsi air tawar masyarakat, kita masih mengandalkan pasokan dari Pulau Sumatera, sehingga harga ikan di pasaran terus mengalami kenaikan," katanya.
Untuk itu, pihaknya terus mendorong petani agar memanfaatkan "kolong-kolong" itu sebagai tempat usaha baru dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
"Kita siap membina dan melatih petani, bagaimana cara membudidayakan ikan air tawar yang baik, sehingga kita tidak lagi ketergantungan ikan air tawar dari luar daerah," katanya.
Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.