Pangkalpinang (Antaranews Babel) - Realisasi imunisasi measless rubella (MR) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga September 2018 baru tercapai 42 persen, atau masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah, karena adanya penolakan dari masyarakat di daerah itu.

"Seharusnya realisasi hingga akhir bulan ini sudah di atas 75 persen dari 370.446 orang anak wajib imunisasi MR tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel, Mulyono di Pangkalpinang, Selasa.

Oleh karena itu, kata dia, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan memperpanjang pemberian imunisasi MR kepada siswa sekolah dasar, balita secara gratis, guna mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus campak serta rubela tersebut.

"Pemberian imunisasi MR ini seharusnya berakhir September, namun realisasi vaksin campak dan rubela ini masih rendah maka diperpanjang hingga Oktober tahun ini," ujarnya.

Menurut dia, untuk meningkatkan realisasi imuninasi ini, pemerintah provinsi melakukan langkah-langkah percepatan, misalnya mengoptimalkan kegiatan sosialisasi, imbauan dan pelayanan sekolah serta pelayanan kesehatan lainnya.

"Imunisasi ini wajib agar anak-anak memiliki kekebalan tubuh dan terhindar dari virus penyakit berbahaya ini," katanya.

Oleh karena itu, gubernur mengharapkan target realisasi imunisasi tercapai hingga bulan depan.

"Kami optimistis pemberian imunisasi ini berjalan dengan baik dan mencapai target yang ditetapkan hingga Oktober tahun ini," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026