Pangkalpinang (Antaranews Babel) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat ekspor timah selama Januari hingga Agustus 2018 mencapai 985,2 juta dolar AS,  naik 78,96 persen dibandingkan periode yang sama 2017.

"Nilai ekspor Agustus tahun ini sebesar 191 juta dolar AS atau naik 39,81 persen dari Juli karena dipicu meningkatnya ekspor timah sebesar 24,47 persen," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dominan ke Singapura. Sekitar 25,13 persen ekspor timah pada Januari - Agustus 2018 dikirim ke Negeri Singa Putih ini. Namun jika dibanding Januari - Agustus 2017, ekspor timah ke Singapura pada tahun ini lebih rendah sekitar 8,58 persen.

Selanjutnya peran ekspor timah ke Belanda, Korea Selatan, Jepang, dan India berkisar antara 11,27 persen hingga 13,73 persen.

"Lima negara utama tujuan ekspor timah berperan 73,81 persen total ekspor daerah ini," ujarnya.

Sementara itu, ekspor nontimah Januari - Agustus 2018 didominasi oleh bahan bakar mineral. Nilai ekspor bahan bakar mineral pada Agustus 2018 25,6 juta dolar AS sehingga akumulasi delapan bulan pertama  tahun ini menjadi 127,1 juta dolar AS atau 48,42 persen dari jumlah ekspor nontimah daerah ini.

Nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati turun 8,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peran komoditas ini menjadi 36,69 persen.

"Sebaliknya, nilai ekspor lada naik 101,91 persen sehingga perannya menjadi 2,99 persen dari ekspor nontimah, karet dan barang dari karet naik 26,32 persen dan golongan ikan dan udang turun 42,06 persen, maka peran kedua golongan ini menjadi 8,90 persen," katanya.

Menurut dia Australia menggeser posisi Banglades dari urutan pertama peran ekspor nontimah. Pada Agustus tahun ini, tercatat 12,9 juta dolar AS nilai ekspor ke Australia sedangkan ke Banglades hanya 4,8 juta dolar AS.

Sementara itu ekspor bahan bakar mineral ke Malaysia mendongkrak posisinya ke urutan ketiga dengan peran 15,66 persen. Malaysia menggeser Singapura yang hanya berkontribusi sebesar 11,59 persen, Tiongkok menempati posisi kelima dengan peran sebesar 10,22 persen.

"Peran lima negara tujuan ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 73,98 persen," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026