"Saat ini, kami tidak lagi mendatangkan pasokan sapi dari luar daerah, karena ternak sapi para petani di Babel ini cukup banyak dan mampu memenuhi permintaan konsumen,"
Pangkalpinang, (Antara Babel) - Pedagang daging di sejumlah pasar tradisional di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengandalkan pasokan sapi lokal dari petani setempat seiring berkembangnya usaha peternakan di daerah itu.

"Saat ini, kami tidak lagi mendatangkan pasokan sapi dari luar daerah, karena ternak sapi para petani di Babel ini cukup banyak dan mampu memenuhi permintaan konsumen," kata seorang pedagang daging, Toni di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan, stok daging sapi lokal mencukupi sehingga harganya tetap stabil, meski permintaan konsumen selama liburan peringatan Paskah ini meningkat.

Saat ini, harga daging sapi berkualitas bagus bertahan stabil Rp110 ribu per kilogram, harga paru-paru sapi Rp70 ribu/kg. Sedangkan harga hati sapi RP100 ribu/kg dan harga tulang rusuk Rp20 ribu/kg. Sementara itu harga daging sapi kualitas biasa/rendah Rp90 ribu/kg.

"Kami tidak hanya menjual dagingnya tetapi juga memasarkan paru-paru, hati dan tulang rusuk, dengan harga berbeda-beda tergantung kualitasnya," ujarnya.

Ia mengatakan, warga di daerah itu lebih menyukai daging sapi lokal dibanding daging yang didatangkan dari luar daerah. Hal ini karena warga khawatir terhadap kualitas daging yang didatangkan dari luar daerah, dikhawatirkan tidak bagus.

"Warga lebih gemar membeli daging sapi lokal untuk kebutuhan konsumsi, karena dagingnya kelihatan lebih segar. Sementara untuk daging impor warga umumnya merasa khawatir dan bertanya-tanya soal kualitasnya. Hal itu karena daging impor selama perjalanan membutuhkan pengawet agar terlihat segar," katanya.

Demikian juga Basri, pedagang daging lainnya, mengakui bahwa stok daging sapi cukup untuk memenuhi permintaan konsumen sehingga tidak perlu mendatangkan dari luar daerah meskipun saat ini hari libur bertepatan dengan wafat Isa Almasih/perayaan Paskah.

Ia mengatakan, untuk urusan daging sapi peternak lokal masih mampu menyediakan pasokan yang dapat memenuhi permintaan warga. Selain itu warga pun tidak merasa khawatir ketika membeli daging itu karena umumnya masih baru dan terlihat segar.

"Biasanya daging sapi habis terjual sekitar 40 kilogram per hari sedangkan stok yang dibawa ke pasar 43 kilogram. Namun seperti hari libur permintaan meningkat dalam sehari terjual 60 kilogram sementara pasokan yang disediakan 75 kilogram," ujarnya.



Pewarta: Oleh Mulki
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026