"Kita akan terus berbenah membuat terobosan baru untuk memberdayakan koperasi dan mengembangkan UKM agar bisa bersaing di era digital," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elfiyena, di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan, lima program prioritas dari Dinas Koperasi dan UMKM Babel yakni, pertama peningkatan pembinaan kelembagaan dan pengawasan koperasi, kedua, program peningkatan pemberdayaan dan pengembangan koperasi.
Ketiga, program peningkatan usaha kecil, keempat, program peningkatan pelayanan teknis pelatihan perkoperasian serta UMKM, dan kelima program peningkatan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM).
Untuk program peningkatan pembinaan kelembagaan dan pengawasan koperasi dilakukan, karena masih ada koperasi di Babel yang belum menggelar Rapat Anggota Koperasi (RAT) dan memiliki sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK).
Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi akta notaris bagi koperasi. Ini merupakan langkah dalam mereformasi koperasi, dan reformasi koperasi terus dilakukan demi mewujudkan koperasi yang berkualitas.
"Program ini kami lakukan agar koperasi di Babel itu aktif, karena salah satu indikator koperasi yang sehat dan berkualitas tersebut adalah koperasi yang telah melaksanakan RAT," ujarnya.
Sedangkan program peningkatan pemberdayaan dan pengembangan koperasi juga merupakan program prioritas, karena pemerintah ingin koperasi di Babel mampu bersaing dan diharapkan tahun ini ada koperasi yang mampu ikut lelang pengadaan barang pemerintah.
"Program ini untuk membuat agar semakin banyak koperasi yang melakukan kemitraaan dan kerjasama (MoU). Contoh, koperasi petani sawit yang melakukan MoU dengan pabrik sawit dalam menjual hasil panen petaninya," ujarnya.
Untuk program peningkatan usaha kecil, pihaknya terus memberikan fasilitasi sertifikasi halal bagi usaha kecil dan memberikan kemudahan izin usaha serta mempromosikan produk-produk UMKM melalui pameran.
"Target kita fasilitasi sertifikasi halal akan diberikan kepada 250 usaha kecil, sedangkan perijinan IUMK tersebut untuk 2.500 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Program ini penting agar pelaku UMKM kita bisa bersaing dengan produk dari daerah lain," ujarnya.
Elfiyena menambahkan, di 2019 ini juga ada berbagai pelatihan bagi pengurus koperasi dan UMKM. Pelatihan ini menggunakan dana DAK dan APBD. Peningkatan SDM menjadi suatu hal penting dalam mengembangkan koperasi dan UMKM.
"Pelatihan dengan DAK akan diikuti sebanyak 870 peserta dan pelatihannya akan dimulai Februari ini. Namun untuk dana DAK, tahun ini orientasinya lebih kearah pelatihan bagi koperasi," ujarnya.
Program yang terakhir yakni program peningkatan pelayanan PLUT, dimana PLUT merupakan pusat layanan bagi koperasi dan UMKM.
"PLUT ini 'dokternya' bagi koperasi dan UMKM. Konsultan PLUT siap membantu koperasi dan UMKM di Babel semakin maju dan berkembang," ujarnya.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.