"Data yang kami terima terdapat 15 siswa tidak ikut UN karena berbagai sebab dan kami akan melakukan pengecekan apakah mereka mengkuti ujian susulan atau paket B,"Koba, (Antara Babel) - Sebanyak 15 siswa SMP/MTs di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) pada hari pertama, Senin (5/5) karena berbagai sebab.
"Data yang kami terima terdapat 15 siswa tidak ikut UN karena berbagai sebab dan kami akan melakukan pengecekan apakah mereka mengkuti ujian susulan atau paket B," kata Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Sugianto di Koba, Senin.
Ia menjelakan, 15 siswa yang tidak mengikuti UN tersebut kemungkinan disebabkan berbagai faktor di antaranya sakit, terlambat datang atau persoalan lainnya.
"Maka kami harus melakukan pengecekan. Kami tidak bisa langsung melakukan drop out (DO) bagi mereka yang absen karena bisa saja mereka tidak hadir karena terlambat, sakit atau ada persoalan lain," ujarnya.
Namun yang pasti, kata dia, dua di antara 15 siswa yang tidak ikut UN tersebut tercatat meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.
"Berdasarkan catatan kami dua siswa meninggal dunia, sudah lama namun datanya sudah lebih dulu masuk ke dalam peserta UN tingkat SMP/MTs Tahun 2014," ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta UN SMP/MTs pada 2014 tercatat sebanyak 1.951 siswa berasal dari 19 SMP negeri dan swasta serta empat MTS negeri dan swasta di Kabupaten Bangka Tengah.
Pelaksanaan UN menggunakan sebanyak 109 ruangan dan 298 pengawas yang dilakukan dengan sistem pengawasan silang. Satu ruangan diawasi dua pengawas dan jumlah siswa masing-masing lokal sebanyak 20 siswa.
Bidang studi yang diujikan pada hari pertama adalah Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris dan hari ke empat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
"Untuk ujian susulan bagi mereka yang tidak bisa hadir karena sakit dilaksanakan pada 12-16 Mei 2014. Siswa yang bisa mengikuti ujian susulan karena sakit apabila ada surat keterangan sakit dari pihak berwenang atau dokter," ujarnya.
Ia menyatakan, pelaksanaan UN hari pertama berjalan lancar dan tidak ditemukan kecurangan diantaranya soal atau lembar jawaban yang bocor.
"Saya sudah melakukan pemantauan ke sejumlah sekolah, pertama sekali yang kami lihat adalah kehadiran siswa dan pengawas UN," katanya.
Pewarta: Oleh AhmadiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.