"Sekarang ini baru ada sebanyak 30 BUMDes di daerah ini dan hanya sekitar enam saja yang aktif melakukan kegiatan sesuai dengan visi dan misi mereka,"Koba, (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung menargetkan seluruh desa di daerah itu memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berperan menggali potensi daerah pedesaan.
"Sekarang ini baru ada sebanyak 30 BUMDes di daerah ini dan hanya sekitar enam saja yang aktif melakukan kegiatan sesuai dengan visi dan misi mereka," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM) pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (BPMPD) Kabupaten Bangka Tengah, Erik Pransisco di Koba, Jumat.
Ia menjelaskan, pendirian BUMDes di setiap desa itu diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Usaha Milik Desa dan pendiriannya sudah mulai digencarkan sejak dua tahun lalu.
Menurut dia, BUMDes yang tidak aktif itu karena berbagai sebab di antaranya belum memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai, belum memiliki legalitas formal sebagai payung hukum dan pemerintah desa belum fokus mengembangkan badan usaha tersebut.
"Sebenarnya kami terus mendorong pemerintah desa mendirikan BUMDes karena keberadaan lembaga ini sangat strategis dalam upaya memperkuat perekonomian warga dan menggerakkan roda perekonomian," katanya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sebanyak 56 desa, tujuh kelurahan dan enam kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah atau sudah lebih separuh yang memiliki BUMDes.
"Enam desa yang aktif menjalankan BUMDes yaitu Desa Namang, Celuak, Tanjung, Gunung, Air Mesu Timur, dan Desa Terentang," jelasnya.
Selain mendirikan BUMDes di seluruh desa juga ditargetkan pendiriannya di seluruh atau enam kecamatan di daerah ini. Namun saaat ini lebih fokus pendiriannya di tingkat desa.
"Sekarang ini pembangunan daerah lebih mengarah memperkuat perekonomian masyarakat desa, karena desa merupakan bagian komponen penting yang tidak bisa diabaikan dalam memajukan pembangunan daerah di berbagai sektor," katanya.
Pewarta: Oleh AhmadiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026