"Kalau tidak salah ada sekitar 300 surat yang akan diajukan pemerintah daerah untuk diterbitkan sertifikat jenis proda, namun hingga sekarang datanya belum diserahkan kepada kami,"Koba, (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung hingga Mei 2014 mengusulkan sebanyak 300 bidang tanah kepada Kantor Pertanahan Nasional untuk diterbitkan sertifikat kepemilikan.
"Kalau tidak salah ada sekitar 300 surat yang akan diajukan pemerintah daerah untuk diterbitkan sertifikat jenis proda, namun hingga sekarang datanya belum diserahkan kepada kami," kata Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Bangka Tengah Asnaidi di Koba, Sabtu.
Ia menjelaskan, penerbitan sertifikat tanah yang masuk program daerah (Proda) merupakan usulan dari pemerintah daerah dan diprioritaskan bagi masyarakat berekonomi lemah atau menengah ke bawah.
"Proda itu merupakan program daerah yang bekerjasama dengan Kantor Pertanahan Nasional dalam upaya membantu nasyarakat kurang mampu untuk mendapatkan sertifikat tanah," jelasnya.
Ia menyatakan sertifikat proda ini diagikan secara gratis kepada masyarakat atau tanpa dipungut biaya apapun karena semuanya sudah ditanggung pemerintah daerah melalui APBD 2014.
"Sama sekali tidak dipungut biaya bagi masyarakat yang mendapatan sertifikat proda, namun demikian pemerintah daerah tentu memiliki data akurat terkait masyarakat seperti apa yang berhak mendapat sertifikat tanah jenis proda," ujarnya.
Namun yang pasti kata dia hingga sekarang baru sekitar 300 warga yang akan diajukan pemerintah daerah sebagai penerima sertifikat proda dan pihaknya masih menunggu data tersebut untuk segera diproses.
"Kalau datanya sudah masuk ke kami maka segera kami proses, kalau memenuhi persyaratan tentu dikeluarkan sertifikat hak kepemilikan atas tanah," ujarnya.
Ia juga mengatakan, selain proda juga ada sertifikat jenis prona yang merupakan program pemerintah pusat tentang penerbitan sertifikat tanah gratis.
"Prona ini program pemerintah pusat sertifikat tanah gratis yang biayanya ditanggung APBN, bedanya dengan proda ditanggung APBD namun programnya sama-sama gratis untuk masyarakat berekonomi lemah," ujarnya.
Pewarta: Oleh AhmadiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.