Jebus, Bangka Barat (Antaranews Babel) - Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Gubernur Erzaldi Rosman kembali melakukan kunjungan kerja ke Desa Transmigrasi, Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat.
"Kunjungan ini bertujuan untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat sekitar Desa Transmigrasi yang katanya banyak permasalahan. Dan kita akan bantu," kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, di Pangkalpinang, Selasa.
Yono, salah satu warga Desa Transmigrasi sekaligus perwakilan warga lainnya mengeluhkan sertifikat tanah desa trans yang tak kunjung usai. Selain itu, pertanian yang sering kena hama tikus, perbaikan air bersih dan mushola serta minta buku dan alat seni.
"Saya perwakilan warga mengeluhkan itu. Tolong di bantu pak," keluh Yono.
Sementara Amir, Camat Jebus mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Babel ke Desa Transmigrasi karena ini memberi kesempatan untuk warga mendapat perubahan di Desa nya.
"Ini momen yang kami tunggu. Permasalahan warga yang disampaikan pertanian sawah dan palawija, kendala banjir, butuh air bersih, warga sini ngeluh kualitas air sehingga kita butuh sumur bor itu bisa kita sampaikan langsung," ujarnya.
Mengenai keluahan air bersih, Gubernur memgatakan Pemprov Babel siap membantu. Namun, sebelum di bantu, masyarakat harus mengirimkan surat ke Bupati dan tebusan suratnya ke Gubernur agar diketahui.
"Kirim surat ke Bupati tembusan ke saya untuk minta air bersih. Kita akan lakukan bor dalam. Sarana TPA, kursi akan kita bantu, papan pakai yang ada," ujarnya.
Sementara keluhan rumah warga yang kena akibat puting beliung, hal tersebut sudah menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.
"Kalau cuma satu, maaf itu kabupaten yang bantu. Kalau provinsi di atas 30 rumah yang rusak," ujarnya.
Usai mendengar keluan warga, Gubernur Bab yang mengenakan baju putih dan kopiah langsung mengajak warga meninjau sawah dan diikuti warga setempat. (Rilis)
Pewarta: Elza ElviaUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.