Jumat, 22 September 2017

Harkitnas Sebagai Momentum Kebangkitan Pembangunan Infrastruktur

id Harkitnas, Momentum, Infrastruktur
Harkitnas Sebagai Momentum Kebangkitan Pembangunan Infrastruktur
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla pada sebuah rapat kabinet. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada tahun ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan percepatan pembangunan infrastruktur dalam mewujudkan kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Patut disyukuri beberapa proyek infrastruktur telah dapat dimanfaatkan. Pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden RI Yusuf Kalla akan terus digenjot.

Kawasan perbatasan, pedalaman, dan daerah terpencil kini mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. Kebangkitan nasional jelas tidak bisa dilepaskan dari sosok Boedi Oetomo. Organisasi ini menjadi "motor" dan menginspirasi bangsa ini untuk bangkit. Ya, bangkit melawan penjajah dengan semangat nasionalisme yang akhirnya membawa bangsa ini menjadi besar dan merdeka.

Pemerintahan Presiden Jokowi sejak 2014, dalam menangani pembangunan infrastruktur, tidak mengenal dikotomi. Ini proyek baru maupun proyek lama. Pembangunan infrastruktur dipandangnya sebagai satu kesinambungunan yang tidak akan pernah berhenti.

Proyek strategis nasional mendapat perhatian besar Jokowi, baik yang sudah dipersiapkan oleh kabinet sebelumnya maupun yang dirancang Kabinet Kerja sendiri. Melalui Kabinet Kerjanya, kini beliau  mencurahkan perhatian di kawasan perbatasan.

Pembangunan Indonesia dari wilayah perbatasan, kemudian dikenal sebagai membangun dari pinggiran, sejatinya diarahkan guna memperkuat potensi daerah perbatasan. Substansinya menekankan perlu peningkatan produktivitas rakyat dan memperkuat daya saing negara di tingkat global. Oleh karena itu, percepatan sejumlah proyek yang telah dimulai pada era sebelumnya menjadi prioritas kabinet kerja.

Terkait dengan kebangkitan pembangunan infrastruktur itu, ada baiknya dicatat sejumlah proyek strategis yang telah diresmikan Presiden Jokowi. Tentu disertai harapan, ke depan percepatan pembangunan di negeri tercinta ini dapat membawa kepada kesejahteraan rakyat dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lantas, apa saja proyek yang dimaksud tersebut? Berikut catatannya:

1. Membubarkan Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang bisa hemat anggaran sebesar Rp250 miliar/hari.

2. Mencabut subsidi BBM sehingga dananya untuk berbagai hal yang produktif.

3. Meresmikan pembuatan Tol Transsumatera tahap pertama dari Lampung-Palembang-Indralaya.

4. Meresmikan dimulainya pembangunan PLTU Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas 2.000 megawatt yang mangkrak selama 4 tahun.

5. Dimulainya pengairan Waduk Jatigede, Sumedang, yang berfungsi mengendalikan banjir di Indramayu, pengairan sawah-sawah di Jawa Barat, serta pembangunan PLTA dengan kapasitas 110 megawatt.

6. Pada tanggal 9 September 2015, dimulainya pembangunan jalur LRT jurusan Cibubur-Cawang dan Bekasi Timur-Cawang (info: Kemen PUPR).

7. Pada tanggal 21 September 2015, peresmian dioperasikannya bor raksasa untuk membuat terowongan dalam tanah guna jalur MRT trayek Lebak Bulus-KebayoranBaru-Senayan-Bundaran Hotel Indonesia.

8. Pemerintahan Jokowi menggelontorkan dana sebesar Rp16 triliun untuk membangun infrastruktur di perbatasan Kalimantan dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Barat.

9. Pembangunan Pelabuhan Laut dalam di Papua: Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Merauke, serta infrastruktur pembuatan jalan yang menghubungkan antarkota di Papua.

10. Perusahaan Saudi Arabia ARAMCO akan membangun kilang minyak serta storage BBM di Indonesia senilai Rp140 triliun yang selama ini pembangunan kilang minyak tidak pernah terwujud sejak era presiden kedua RI H.M. Soeharto.

11. Dengan beroperasinya pada bulan Nopember 2015 unit RFCC (residual fluid catalytic cracking) di Cilacap, Jateng, dan Kilang TPPI di Tuban, Jatim, impor BBM jenis premium bisa berkurang 30 persen atau Negara bisa hemat Rp150 miliar/hari, atau setara dengan 100.000 barel/hari.

12. Kasus Lumpur Lapindo yang selama 8 tahun tidak selesai pada era SBY, oleh Jokowi hanya dalam kurun waktu 8 bulan rampung ganti rugi semuanya diterima warga Sidoardjo.

13. Komite Explorasi Nasional (KEN) yang dibentuk pemerintah Jokowi pada tanggal 12 Juni 2015 telah menemukan cadangan minyak dan gas di Indonesia timur sebesar 5.2 miliar barel untuk minyak sebanyak 2.7 miliar barel dan untuk gas 14 tcf gas.

14. Pemerintah targetkan pekerjaan Tol Transpapua dirancang sepanjang 4.320 km (Sorong-Manokwari-Wamena-Jayapura-Merauke); (Timika-Oksibil) tersambung pada tahun 2018 (info: Men PUPR Berita Satu TV, 14/10/15).

15. Satu tahun Jokowi memimpin sudah membuat tol sepanjang 132,35 km.

16. Izin investasi untuk para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia pada era SBY harus menunggu sampai 2 tahun (536 hari). Akan tetapi pada era Jokowi, urus izin investasi cukup dengan 3 jam.

17. Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres Nomor 115 Tahun 2015 untuk Kementerian KP yang isinya tidak perlu ke pengadilan lagi jika Satgas Illegal Fishing menangkap kapal asing pencuri ikan bisa langsung tenggelamkan.

18. Dalam kurun waktu 9 bulan, Jokowi bisa membayar sebagian utang warisan peninggalan SBY sebesar Rp293 triliun.

19. Sejarah baru Indonesia, dalam waktu 9 bulan investasi masuk Rp400 triliun. Jokowi memang berkeinginan kuat untuk membuat Indonesia sejahtera.

20. Mulai beroperasinya enam rute tol laut dari Tanjung Priok-Papua; Tanjung Priok-Natuna; Tanjung Perak ke seluruh pelabuhan di NTT dan seluruh pelabuhan di Maluku serta seluruh pelabuhan di Papua dan Papua Barat.

21. Dalam 1 tahun pemerintahan Jokowi sedang proses pekerjaan pembangunan 15 bandara baru di wilayah terluar Indonesia, di antaranya Bandara di Miangas, Manokwari, Berau, Tual, Palu, Maumere, Tarakan, Aceh Tengah, dan Wakatobi.

22. Pemerintahan Jokowi selama 1 tahun dapat menurunkan impor premium sebesar 37 persen dari semula 378.500 barel per hari (bph) turun jadi 236.000 bph. Begitu pula, dengan solar, impornya turun sebesar 84 persen dari semula sejumlah 121.300 bph turun menjadi 20.000 bph.

23. Setelah 40 tahun Presiden Italia tidak ke Indonesia, datang menemui Presiden Jokowi pada tanggal 9 November 2015 untuk menandatangani MOU investasi sebesar 1,055 miliar dolar AS atau setara dengan  Rp140 triliun dalam bidang logistik, industri kulit, industri otomotif, dan furnitur.

24. Presiden Jokowi meresmikan pabrik pupuk terbesar di Asia Tenggara Pupuk Kaltim 5 Bontang dengan kapasitas produksi Ammonia 825.000 ton/tahun dan produksi urea 1.155.000 ton/tahun, serta dimulainya pembuatan jalur Kereta Api Transborneo.

25. Keputusan besar telah diambil Presiden Jokowi, yaitu tidak lagi memperpanjang kontrak Freeport yang telah 45 tahun menggali emas di Papua.

26. Jokowi pada tanggal 25 November 2015 meresmikan pembuatan jalur rel kereta cepat Makassar-Pare Pare. Diharapkan pada tahun 2019 sudah bisa beroperasi Kereta Api Transsulawesi dari Manado ke Makassar.

27. Ground breaking pembangunan jalur kereta cepat, Jakarta-Bandung di Walini, Bandung Barat.

28. Program pembangunan 1.000.000 rumah untuk rakyat akhir Januari 2016 sudah terbangun 700.000 unit rumah.

29. PLN mulai Februari 2016 menurunkan lagi tarif listrik dengan daya dari 450 va, 900 va, 1.300 va, 2.200 va, dan 4.400 va.

30. Kapal khusus angkut Sapi Camara Nusantara I berhasil angkut 500 ekor sapi ke Jakarta dari NTT & NTB, diusahakan setiap bulan bisa angkut 1.000 ekor sapi.

31. Sejak 50 tahun lalu warga Sulawesi Utara dan Gorontalo kekurangan listrik, sekarang sudah bisa merasakan aliran listrik selama 24 jam mulai Januari 2016 karena PLTG Apung yang dikirim Jokowi pada bulan Desember 2015 sudah berfungsi full berdaya 120 megawatt.

32. Sebanyak 2.519 desa di Indonesia timur akan mendapatkan aliran listrik pada tahun 2016 (info: Kemen ESDM, 18/12/2016).

33. Pada tanggal 29 Februari 2016, sebanyak 3.898 rumah tangga di Sorong telah bisa menikmati gas alam untuk memasak.

34. Presiden Jokowi programkan mulai 2014 hingga 2019 akan membangun 49 waduk di seluruh Indonesia untuk mengairi persawahan; pada tahun 2015, sedang dikerjakan 13 waduk; pada tahun 2016, sedang dikerjakan delapan waduk.

35. Waduk yang sedang dikerjakan sejak 2015: Waduk Raknamo-Kupang. Waduk Pidekso-Wonogiri, Waduk Logung-Kudus, Waduk Lolak-Boolang Mongondow, Waduk Kruereto Aceh, Waduk Passaloreng-Wajo, Waduk Tanju Dompu NTB, Waduk Bintang Bano Sumbawa Barat, Waduk Mila Dompu NTB, Waduk Kairan Lebak, Waduk Tapin Kalsel, Waduk Rotiklot Belu NTT, dan Waduk Telaga Jawa Karang Asem Bali.

36. Waduk yang mulai dikerjakan pada tahun 2016: Waduk Rukoh Aceh, Waduk Sukoharjo Lampung, Waduk Kuwil Kawangkoan Sulut, Waduk Ladongi Sulawesi Tenggara, Waduk Ciawi Jawa Barat, Waduk Sukamahi Jawa Barat, Waduk Leuwikeris Jawa Barat, dan Waduk Cipanas Jawa Barat.

37. Presiden Jokowi ground breaking pembangunan MPP di Kabupaten Bangka untuk pembangkit listrik dengan daya 350 megawatt guna kebutuhan Regional Sumatera, yaitu Bangka, Belitung, Lampung, Nias, Duri Riau, Medan, pada tanggal 1 Juni 2016
38. Presiden Jokowi meresmikan PLTMG Arun dengan daya listrik 184 megawatt untuk kebutuhan warga Lhokseumawe pada tanggal 2 Juni 2016.

39. Presiden Jokowi ground breaking pembangunan Mobile PP 4 x 25 megawatt di Kabupaten Mempawah Kalbar pada tanggal 2 Juni 2016.

40. Melalui video konferensi Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTU Ketapang dengan daya 20 megawatt pada tanggal 2 Juni 2016.

41. Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTG Paguat Pohuwato di Gorontalo dengan daya 100 megawatt pada tanggal 3 Juni 2016.

42. Presiden Jokowi ground breaking pembangunan PLTU Unit IV Lontar di Kronjo Banten dengan daya 1 x 315 megawatt pada tanggal 10 Juni 2016.

43. Presiden Jokowi meresmikan pembangunan MPP Jeranjang PLTG berdaya 2 x 25 megawattdi Gerung Lombok Barat NTB pada tanggal 11 Juni 2016.

44. Jokowi menambah Terminal 3 Bandara Soetta Ultimate International yang bisa mengangkut penumpang 25 juta orang mengungguli Bandara Changi Singapore.

45. Setelah Indonesia merdeka 71 tahun, baru pada era Jokowi warga perbatasan di Krayan Nunukan bisa beli solar Pertamina dengan subsidi khusus seharga Rp5.150,00/liter.

46. Warga Sungai Mandau, Kabupaten Siak selama 71 tahun baru saat ini menikmati aliran listrik.

47. Warga Kabupaten Puncak Jaya, Papua, selama 71 tahun pada era Jokowi ini dibangun SPBU pertama dengan harga premium yang semula Rp50 ribu, bisa turun menjadi Rp6.500,00/liter.

Bila energi tidak dihabiskan untuk demo, Indonesia akan lebih maju lagi.

Editor: Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga