Minggu, 20 Agustus 2017

Jenazah dan Puing Dari Pesawat Militer Myanmar Ditemukan di Laut

id Mayat, Puing, Pesawat Militer, Myanmar
Jenazah dan Puing Dari Pesawat Militer Myanmar Ditemukan di Laut
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)
Yangon (Antara Babel/reuters) - Jenazah dan puing ditemukan di laut pada Kamis, setelah satu pesawat militer Myanmar yang mengangkut tentara, anggota keluarga dan awak pesawat hilang di atas perairan Laut Andaman, pihak militer mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Tiga jenazah, termasuk dua orang dewasa dan anak-anak, ditemukan oleh sebuah kapal angkatan laut 35 kilometer dari kota Launglon, kata militer di laman akun Facebook resmi mereka.

Roda pesawat yang diyakini berasal dari pesawat angkut Y-8 200F buatan China juga ditemukan, kata pernyataan tersebut.

Pencarian pesawat militer yang hilang di lepas pantai selatan Myanmar memasuki hari kedua pada Kamis.

Pesawat angkut Y-8-200F buatan China hilang pada Rabu setelah lepas landas dari kota pesisir Myeik pada penerbangan militer mingguan.

Pesawat tersebut terbang menuju utara ke kota terbesar Myanmar Yangon, mengangkut 122 penumpang, termasuk 108 tentara dan anggota keluarga mereka serta 14 awak. Di antara mereka ada 15 anak, 58 orang dewasa dan 35 tentara serta awak pesawat, menurut sebuah pernyataan militer.

Sembilan kapal angkatan laut, lima pesawat militer dan dua helikopter dikerahkan pada Kamis untuk mencari pesawat yang hilang, kata tentara dalam siaran pers terbarunya.

Sekitar 500 orang, termasuk petugas medis dan petugas darurat, melanjutkan pencarian di pantai dekat kota Launglon, dekat dengan daerah di mana pencarian pihak angkatan laut terpusat, menurut seorang polisi dan anggota asosiasi pemakaman setempat.

Pesawat tersebut kehilangan kontak 29 menit setelah lepas landas ketika terbang dengan ketinggian 18.000 kaki (5.485 meter) di atas permukaan laut, sekitar 43 mil (70 kilometer) sebelah barat kota Dawei, kata militer.

Saat Ini adalah musim hujan di Myanmar, namun pejabat penerbangan sipil mengatakan bahwa cuaca telah "normal" dengan tingkat keterlihatan yang baik ketika pesawat lepas landas.

Pesawat itu dibeli pada Maret 2016 dan memiliki total 809 jam terbang. Pesawat tersebut membawa 2,4 ton pasokan, kata militer.

Kecelakaan pesawat terbang, baik sipil maupun militer, tidak jarang terjadi di negara Asia Tenggara itu. Sebuah helikopter militer jatuh pada Juni lalu di Myanmar Tengah, menewaskan tiga anggota militer.

Lima anggota militer tewas Februari lalu setelah sebuah pesawat udara jatuh di ibu kota negara, Naypyitaw, menurut laporan media. Dua orang tewas dan 11 orang terluka setelah sebuah pesawat kecil jatuh di Myanmar tengah pada 2012.

Editor: Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga