Kamis, 29 Juni 2017

Ketua MUI Palu Ceramah di Hadapan Pimpinan Gereja se-Sulteng

id MUI, Palu, Ceramah, Pimpinan, Gereja
Ketua MUI Palu Ceramah di Hadapan Pimpinan Gereja se-Sulteng
Prof. Dr. H. Zainal Abidin. (antaranews.com)
Agama itu akhlak atau etika, akhlak itu adalah menyenangkan atau membuat seseorang bahkan sekelompok orang senang,
Palu (Antara Babel) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Zainal Abidin M.Ag menyampaikan ceramah tentang pentingnya akhlak atau etika antarsesama pemeluk agama pada temu dan dialog pimpinan gereja se-Sulawesi Tengah.

"Agama itu akhlak atau etika, akhlak itu adalah menyenangkan atau membuat seseorang bahkan sekelompok orang senang," ujar Prof Zainal Abidin saat menyampaikan materi tentang radikalisme atas nama agama yang diikuti para pendeta dan majelis gereja se-Sulteng di Swisbell Hotel Palu, Kamis.

Prof Zainal Abidin menegaskan agama merupakan instrumen yang mengajak kepada kebaikan, dengan melatih serta mendidik manusia untuk berakhlak yang baik.

Karena itu, sebut dia, dalam Islam ditegaskan bahwa Nabi diutus ke muka bumi salah satunya yaitu menyempurnakan akhlak manusia, atau memperbaiki akhlak.

"Islam sangat menjunjung tinggi akhlak antarsesama manusia. Karena itu Islam sangat menghargai kemanusiaan, pribadi dan individu manusia serta golongan atau kelompok," tegasnya.

Ia meyakini bahwa anjuran Islam tersebut tidak berbeda jauh dengan anjuran pemeluk agama lainnya termasuk agama Kristen.

Oleh karena itu, sebut dia, bila ada orang yang mengatakan dirinya beragama namun kemudian menyalahkan, mengafirkan, serta menuding kelompok atau pemeluk agama tertentu, itu tindakan tercela.

Maka, kata dia, orang tersebut atau sekelompok orang yang menyalahkan orang lain itu, sesungguhnya tidak memahami dan tidak mengetahui substansi agama dan beragama.

"Dalam Islam jelas dikatakan bahwa bagimu agama-mu dan bagiku agamaku. Karena itu jangan menyatakan orang lain kafir, neraka, salah, najis, kotor dan sebagainya, hanya karena berbeda pemahaman dan keyakinan," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa agama, termasuk Islam tidak mengajarkan pemeluknya untuk menyalahkan, mengafirkan serta membunuh orang lain atau penganut agama lain karena berbeda cara beribadah dan keyakinan kepada Tuhan.

Prof Zainal Abidin yang juga Rektir IAIN Palu ini dihadirkan oleh Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, pada temu dan dialog pimpinan gereja se-provinsi tersebut.

Editor: Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga