Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman memastikan pandemi COVID-19 tidak menyurutkan upaya pengusaha di Babel untuk menggerakkan perekonomian Babel.

"Pabrik pengolahan kelapa sawit, PT Putera Bangka Tani dalam waktu dekat akan memulai produksinya. Hal ini tentu saja membawa keuntungan bagi perbaikan ekonomi dan juga penyerapan tenaga kerja di Babel," kata Erzaldi saat mengunjungi lokasi pabrik pengolahan kelapa sawit PT Putera Bangka Tani, Senin.

Bersama Kapolda Babel dan Kepala BNN Babel, Gubernur Erzaldi meninjau pabrik yang dibangun di atas tanah seluas 20-25 ha di Desa Belilik, Kecamatan Namang. 

Terletak di tengah perkebunan sawit milik PT Putera Bangka Tani, pabrik Crued Palm Oil (CPO) tersebut juga telah menyerap sekitar 50 orang tenaga kerja dan akan bertambah lagi apabila operasional sudah berjalan maksimal.

"Keberadaan pabrik kelapa sawit sudah lama diharapkan masyarakat. Saya harap keberadaan pabrik CPO PT Putera Bangka Tani dapat mendongkrak harga sawit di tingkat petani karena, harga akan bersaing dan ini memberi nilai tambah bagi petani kita. Jadi saya harap petani kita juga bisa meningkatkan kualitas buah sawitnya, agar sesuai dengan standar yang seharusnya," ujarnya.

Erzaldi berharap pabrik CPO tersebut dapat berjalan dengan baik dan masyarakat pun mengetahui bahwa di Babel sudah bertambah lagi pabrik CPO untuk menampung hasil sawit petani. Harapannya, dengan adanya pabrik ini dapat menambah pilihan petani untuk menjual tandan buah sawit (TBS).

Manager PT Putera Bangka Tani, Mill Rudianto menjelaskan bahwa pabrik pengolahan tersebut memiliki kapaistas 45 ton/jam. Selain itu, Rudianto juga memperlihatkan peralatan serta menjelaskan proses pengolahan buah sawit hingga layak untuk dipasarkan, mulai dari penyortiran, proses perebusan sawit menggunakan alat sterilizer, proses threser hingga menjadi minyak kelapa sawit atau biasa disebut Crued Palm Oil (CPO).

Pewarta: Elza Elvia

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2020