Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan stok beras di gudang distributor aman dan harga stabil, karena pasokan dari luar daerah lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu.
"Stok beras di gudang pelaku usaha 2.574,5 ton dan ditambah persediaan cadangan beras Bulog mencapai 2.100 ton," kata Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kepulauan Babel Ahmad Yani di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan, untuk memastikan stok beras dan komoditas lainnya seperti cabai, bawang, daging ayam dan lainnya, TPID Kepulauan Babel telah melakukan sidak di sejumlah gudang pelaku usaha pangan dan pedagang eceran di pasar Kota Pangkalpinang.
"Saat ini harga berbagai kebutuhan pokok masih relatif stabil dan permintaan masyarakat juga relatif normal pasca-liburan sekolah ini," katanya.
Misalnya, harga beras jenis medium di tingkat pedagang eceran merek KTJ masih bertahan kisaran Rp14.500 hingga Rp14.800 per kilogram, Matahari bertahan Rp14.500 per kilogram, dan Sendok bertahan kisaran Rp14.500 hingga Rp14.800 per kilogram.
Demikian juga harga beras jenis premium di tingkat pedagang eceran beras merek jeruk bertahan Rp15.500 hingga Rp15.800 per kilogram, RM bertahan Rp15.500 hingga Rp15.800 per kilogram, dan beras merek 118 masih bertahan Rp15.500 per kilogram.
Ia menyatakan, secara nasional, stok beras sekitar 34 juta ton, sementara kebutuhan nasional 30 juta ton.
"Kami pastikan stok sembako khususnya beras ini aman, apalagi stok beras nasional juga cukup berlimpah,” tegasnya.
Satgas Pangan Polda Kepulauan Babel AKBP Kurniawan Daeli mengatakan, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi pengoplosan atau penimbunan bahan pokok yang melanggar hukum di daerah ini.
“Kami sudah sampaikan melalui media dan juga humas agar masyarakat aktif melaporkan jika mengetahui adanya praktik pengoplosan, atau penimbunan barang kebutuhan pokok. Jika ada, kami siap tindak tegas,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi pasar di Babel saat ini masih dalam keadaan stabil.
“Baik dari sisi ketersediaan maupun harga, semuanya masih terkendali. Sampai hari ini belum ada pelanggaran hukum yang kami temukan,” katanya.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025