Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendistribusikan 30 ton minyak goreng ke sejumlah pasar kabupaten dan kota, guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat menyambut puasa Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada Sabtu (1/3/2025).
"Hari ini kita tambah pasokan 30 ton minyak goreng ke pedagang-pedagang di sejumlah pasar tradisional dan moderen se-Kepulauan Babel," kata Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Kepulauan Babel Ahmad Yani saat sidak sembako di Pasar Pagi Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan penambahan stok minyak goreng ke sejumlah pasar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur ini, sebagai tindak lanjut Rakor Pengendalian Inflasi Kementerian Dalam Negeri dan Rakor TPID Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mengendalikan inflasi menyambut puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1448 Hijriah.
"Hari ini pasokan minyak goreng masih dalam perjalanan menuju pusat-pusat perbelanjaan di kabupaten dan kota," katanya.
Ia menyatakan, hasil sidak hari ini, harga minyak goreng masih relatif stabil karena stok kebutuhan pokok ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut bulan puasa.
"Saat ini kondisi ekonomi masyarakat masih rendah, sehingga dapat mengakibatkan pertumbuhan ekonomi daerah akan menurun," katanya.
Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Babel Tarmin AB memastikan stok minyak goreng cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri nanti.
"Stok minyak goreng yang cukup banyak ini berdampak langsung terhadap harga komoditas tersebut di tingkat pedagang pasar Pangkalpinang masih relatif stabil seperti harga minyak goreng curah merek Minyakita bertahan Rp16.500 per liter, minyak goreng kemasan premium refil kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000 per kemasan, dan minyak goreng sederhana kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per kemasan," katanya.