Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus mendorong kemandirian pangan daerah dengan meningkatkan produksi padi lokal melalui pemberdayaan kelompok tani.
“Kelompok tani adalah ujung tombak keberhasilan program pertanian berkelanjutan. Dukungan terhadap mereka sangat penting,” kata Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten di Manggar, Sabtu.
Salah satu upaya konkret dilakukan melalui panen raya padi seluas lima hektare oleh Kelompok Tani Sawah Setia Marga di Desa Jangkang, Kecamatan Dendang. Kegiatan ini menjadi bukti kontribusi petani dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di daerah.
Kamarudin mengapresiasi kolaborasi petani dengan TNI dalam meningkatkan hasil pertanian. Menurut dia, panen ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Panen ini juga berkaitan dengan berbagai program sosial yang tengah berlangsung, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penanganan kondisi darurat melalui dapur umum,” ujarnya.
Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI Safta FS menegaskan pentingnya sinergi antara petani dan aparat kewilayahan dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kolaborasi ini harus terus diperkuat. Kami dari TNI AD siap mendampingi agar produksi pertanian makin optimal,” katanya.
Panen ini menjadi bagian dari strategi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Belitung Timur, sekaligus mendukung kebangkitan sektor pertanian pascapandemi.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur, luas tanam padi pada 2024 mencapai sekitar 1.120 hektare dengan total produksi sebesar 4.800 ton gabah kering panen (GKP). Kabupaten ini juga memiliki 129 kelompok tani aktif yang tersebar di tujuh kecamatan.
Editor : Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025