Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyosialisasikan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kampus Institut Sains dan Bisnis (ISB) Atma Luhur Pangkalpinang, guna mencegah TPPO di daerah itu.
"Kegiatan ini sebagai wujud komitmen kami untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya pelajar, mahasiswa mencegah TPPO," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Ahmad Khumaidi di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan kegiatan sosialiasai TPPO ini untuk meningkatkan kewaspadaan generasi muda akan bahaya TPPO terlebih bahwa pelajar ataupun mahasiswa merupakan kelompok yang rentan sekaligus potensial menjadi target TPPO ini.
"Kami kemarin red-Selasa (9/12) telah melakukan sosialisasi TPPO di SMK Negeri 1 Pangkalpinang dan hari ini dilanjutkan di Kampus ISB Atma Luhur Pangkalpinang," katanya.
Menurut dia saat ini banyak kasus yang bermula dari tawaran pekerjaan, beasiswa, atau perjalanan luar negeri yang terlihat meyakinkan, namun berujung pada eksploitasi dan oleh karenanya edukasi menjadi benteng utama.
"Saat ini banyak modus TPPO, termasuk perekrutan melalui media sosial, tawaran work from abroad, online scam compound, hingga iming-iming modeling dan magang internasional," katanya.
Ia menyatakan mahasiswa ini diajak memahami bagaimana pelaku memanfaatkan celah aspek psikologis, ekonomi, dan minimnya literasi keimigrasian yang dimiliki untuk memancing calon korban.
"Saat ini data nasional dan regional yang menunjukkan bahwa pola pergerakan TPPO kini tidak lagi bersifat konvensional. Banyak korban direkrut untuk dikirim ke negara ketiga sebagai pekerja ilegal hingga operator kejahatan digital," katanya.
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni ISB Atma Luhur Pangkalpinang, Devi Irawan mengapresiasi Imigrasi Pangkalpinang mengelar kegiatan sosialisasi pencegahan TPPO.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya dan modus TPPO yang semakin kompleks” ujarnya.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025