Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melibatkan mahasiswa sebagai kader keamanan pangan guna mengoptimalkan pengawasan terhadap obat dan makanan berbahaya di daerah itu.

"Kita bekerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar dapat menggerakkan mahasiswa menjadi agen keamanan pangan," kata Kepala BPOM RI, Penny K Lukito usai menghadiri seminar generasi muda berprestasi di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan BPOM juga mengajak para pelajar dan mahasiswa menjadi generasi muda berprestasi yang dapat bersama-sama menyebarkan informasi kepada masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan obat terlarang.

"Sebelum menjadi kader keamanan pangan mahasiswa terpilih akan mengikuti training serta edukasi agar mereka dapat mengajak masyarakat menjaga keamanan pangan di daerah," ujarnya.

Menurut Penny, melalui kerja sama dengan universitas para mahasiswa juga didorong melakukan riset dan survei terkait penyalahgunaan obat di tengah-tengah masyarakat.

"Setelah menjadi kader keamanan para mahasiswa akan diajak melakukan riset dan survei terkait penggunaan dan penyalahgunaan obat yang sering terjadi di daerah ini," ujarnya.

Ia berharap para mahasiswa yang nanti menjadi kader keamanan pangan dapat membantu pemerintah mengedukasi masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan obat.

"Kader keamanan pangan ini sebagai agen penggerak kita untuk mengedukasi masyarakat agar tidak salah mengonsumsi obat," ujarnya.

Pewarta: Elza Elvia

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2017