Pangkalpinang (Antara Babel) - Potensi sumber daya perikanan di Provinsi Bangka Belitung diperkirakan mencapai 1.815.500 ton per tahun dengan nilai ekonomi mencapai Rp247,657 miliar lebih.
"Potensi perikanan Babel terbilang cukup besar," kata Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Narmoko Prasmadji di Pangkalpinang, Senin.
Potensi itu di antaranya terdiri atas perikanan tangkap sebesar 499.500 ton per tahun dan nilai ekonomi Rp2,497 miliar dengan jenis ikan dominan yaitu tenggiri, tongkol, kembung, layang, selar, tembang, kakap, kerapu, bawal hitam, bawal putih, kerisi, ekor kuning, udang windu, dan udang putih.
Kemudian perikanan budidaya mencapai 1.316.000 ton dengan nilai ekonomis Rp245,16 miliar per tahun.
"Babel merupakan wilayah yang cocok untuk usaha budidaya perikanan laut seperti ikan kerapu, teripang, rumput laut dan kerang-kerangan, sebab gografisnya yang terletak di pesisir," ujarnya.
Lebih lanjut disampaikannya, untuk luas areal perikanan laut wilayah tangkapan seluas 65.301 kilometer persegi dan area budidaya perikanan laut seluas 120.000 hektare.
"Sedangkan untuk luas area pantai 1.200 kilometer dan jumlah pulau-pulau kecil di Babel mencapai 251 pulau," ujarnya.
Ia menilai potensi tersebut tergolong cukup besar sehingga butuh peran semua pihak untuk terus menjaga kelestarian ikan di area perikanan.
"Diharapkan agar semua masyarakat dapat menjaga lingkungan laut dengan baik dan waspada terhadap hama dan penyakit ikan yang merupakan salah satu ancaman terhadap kelestarian sumber daya perikanan itu," ujarnya.
