"Rencananya monev akan digelar Rabu (18/6) untuk mengevaluasi kinerja dan menutupi kekurangan yang ada agar pelaksanaan pemilu presiden berjalan sesuai harapan,Koba (Antara Babel) - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, akan menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) kinerja lembaga.
"Rencananya monev akan digelar Rabu (18/6) untuk mengevaluasi kinerja dan menutupi kekurangan yang ada agar pelaksanaan pemilu presiden berjalan sesuai harapan," kata Ketua Panwaslu Bangka Tengah, Anwar Effendi di Koba, Selasa.
Ia menjelaskan, kegiatan monitoring dan evaluasi ini dihadiri Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL) dan mengundang pihak Banwaslu Provinsi Bangka Belitung.
"Evaluasi yang dilakukan terkait dengan pelaksanaan pemilu legislatif lalu, kami bahas dimana kekurangannya dan bagaimana mengantisipasinya agar tidak terjadi pada pemilu presiden nanti," ujarnya.
Intinya, kata dia, monev ini bagian dari kegiatan penguatan kinerja organisasi agar nantinya bisa bekerja lebih optimal, profesional dan proporsional.
"Monev ini bagian dari kegiatan yang harus dilakukan pihak Panwaslu, tidak hanya Panwaslu Bangka Tengah tetapi seluruh Panwaslu kabupaten dan kota di Indonesia," ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan sehari penuh ini akan diikuti seluruh petugas pengawas pemilu, baik dari Panwaslu kabupaten, Panwascam maupun PPL dari seluruh enam kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah.
"Kami berharap dengan adanya evaluasi kinerja, ke depan lebih mampu menjalankan tugas pengawasan pesta demokrasi lebih optimal dan sesuai aturan berlaku," katanya.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi seluruh pengawas terkait tahapan Pilpres 2014 yang dihadiri pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pilpres akan dilaksanakan 9 Juli 2014 yang diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pewarta: Oleh AhmadiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.