"Kemarin ratusan orang yang berkunjung, untuk hari ini kami perkirakan akan mencapai lebih dari 1.000 orang, karena sejak tadi pagi pengunjung terus berdatangan,"
Muntok (Antara Babel) - Objek wisata sejarah di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Pesanggrahan Menumbing, pada hari kedua Idul Fitri 1435 Hijriah, cukup ramai pengunjung sejak pagi.

"Kemarin ratusan orang yang berkunjung, untuk hari ini kami perkirakan akan mencapai lebih dari 1.000 orang, karena sejak tadi pagi pengunjung terus berdatangan," kata juru kunci Pesanggrahan Menumbing, Mas Tejo di Muntok, Selasa.

Ia mengatakan, Pesanggrahan Menumbing merupakan objek wisata andalan yang selama ini menjadi tujuan utama para wisatawan yang datang ke Kabupaten Bangka Barat, selain objek wisata Pantai Baturakit, Pantai Asmara dan menara suar Tanjung Kalian.

Ia memperkirakan, pengunjung akan tetap ramai hingga beberapa hari ke depan, seiring masih liburnya anak sekolah di daerah itu.

"Kami berharap ke depan pemkab mencari alternatif lokasi parkir karena yang ada saat ini sempit dan hanya bisa menampung belasan kendaraan roda empat, karena kalau pas pengunjung ramai seperti sekarang ini, petugas kesulitan mengaturnya," kata dia.

Sementara itu salah seorang pengunjung yang datang dari Lampung, Edi Susilo (42), mengatakan suasana nyaman dan sejuk lingkungan pesanggrahan yang berada di puncak Gunung Menumbing membuat dirinya sekeluarga cukup terkesan dan tidak akan pernah melupakan kunjungan tersebut.

Ia bersama keluarga sengaja menyempatkan diri datang ke lokasi pengasingan para pejuang Kemerdekaan dan Proklamator RI pada 1948-1949 tersebut, setelah berkunjung dan bersilaturahim ke rumah kerabat yang ada di Muntok.

Menurutnya, lokasi tersebut memang cukup layak manjadi tujuan wisata utama di daerah itu, mengingat nilai sejarah yang terkandung cukup besar.

"Akhirnya sampai juga tujuan kami mengunjungi lokasi pengasingan Proklamator RI, kami berharap suatu saat bisa kembali lagi ke tempat ini," kata dia.

Pesanggrahan Menumbing merupakan tempat pengasingan para pejuang kemerdekaan RI, seperti M Hatta, Mr Pringgodigdo, Komodor Surya Darma, Mr Assa'at, M Alisastro Amidjojo, M Roem, medio 22 Desember 1948 sampai 7 Juli 1949, yang saat ini dijadikan ikon wisata Bangka Barat.

Untuk mengunjungi lokasi tersebut, pengunjung hanya dikenakan uang retribusi Rp1.000 per orang dan Rp1.000 untuk sepeda motor di loket pos kaki Gunung Menumbing, selanjutnya para pengunjung harus menaiki jalan menanjak sekitar empat kilometer untuk sampai pesanggrahan berbentuk kastil tersebut.

Sepanjang jalan dari kaki hingga puncak Gunung Menumbing, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam khas hutan konservasi dan untuk melepaskan penat bisa singgah di sejumlah gazebo yang tersedia di sisi kanan dan kiri jalan.

Di puncak Gunung Menumbing yang berketinggian 445 meter di atas permukaan laut tersebut, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Muntok dari atas, dipadukan dengan kesejukan khas puncak gunung.

"Pengunjung yang membawa kendaraan sendiri kami harapkan berhati-hati di sepanjang jalan, baik waktu naik mapun turun karena jalan sedikit sempit dan agak licin saat basah," kata Tejo.

Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026