Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok kacang kedelai di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebanyak 102 ton karena pasokan dari luar daerah lancar sehingga harganya bertahan normal.
"Saat ini stok kacang kedelai cukup dan pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera lancar sehingga harga masih bertahan normal, sedangkan permintaan warga khususnya perajin tahu tempe stabil," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Dalam Negeri Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, sebanyak 102 ton stok kacang kedelai tersebut tersebar di gudang UD Mawar Jaya 32 ton, PT Bangka Alam Sejahtera 20 ton, gudang Akon 10 ton dan CV Bina Purnama Bersama sebanyak 40 ton.
"Saat ini harga kacang kedelai bertahan Rp10.000 per kilogram sementara itu harga kacang hijau Rp18.000 per kilogram, stok cukup dan pasokan lancar," katanya.
Menurut dia, permintaan kacang kedelai didominasi oleh pengusaha rumah tangga seperti tahu dan tempe, sementara permintaan dari kalangan ibu rumah tangga belum ada peningkatan.
"Saat ini permintaan kacang kedelai masih normal seiring permintaan tahu tempe juga stabil demikian juga dengan permintaan kacang hijau," katanya.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kenaikan harga yang tinggi, pihaknya meningkatkan pengawasan untuk mencegah penimbunan terhadap komoditas ini karena untuk memenuhi permintaan warga distributor masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
"Hasil pertanian lokal masih terbatas seiring rendahnya minat warga untuk mengembangkan komoditas itu," katanya.
Menurut dia, harga kacang itu akan mengalami kenaikan jika stok berkurang, pasokan tersendat dan naiknya biaya pengiriman komoditas tersebut.
"Kebanyakan distributor itu memilih pengiriman pasokan melalui jasa angkutan laut dibanding udara karena biaya pengirimannya lebih murah dibanding menggunakan jasa angkutan udara," ujarnya.
