"Ada beberapa jenis batu di daerah ini yang cukup unik, cantik, menarik dan bisa diolah menjadi batu hias yang memiliki nilai jual tinggi. Ini yang perlu kami lestarikan,"
Koba (Antara Babel) - Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan melestarikan batu hias yang memiliki keunikan dan tidak ditemukan di daerah lain.

"Ada beberapa jenis batu di daerah ini yang cukup unik, cantik, menarik dan bisa diolah menjadi batu hias yang memiliki nilai jual tinggi. Ini yang perlu kami lestarikan," kata Kepala Disbudparpora Bangka Tengah Zaidi di Koba, Rabu.

Pihaknya akan menggelar pelatihan mengolah batu menjadi barang berharga, unik dan menarik agar bisa dilestarikan.

"Sebenarnya ini potensi ekonomi jika benar-benar ditekuni, apalagi sekarang ini masyarakat tengah "demam" batu cincin," ujarnya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah jenis batu hias yang cukup diminati pasar nasional di antaranya batu jenis kinyang, indgres, ros kuas, batu satam, meta, dan kinyang teh.

"Sejumlah batu hias dari berbagai nama itu hanya ditemukan di Bangka Belitung, tidak ada di daerah lain. Bentuknya unik dan menarik," katanya.

Ia mengatakan, setiap kegiatan pameran maka batu asal Bangka Belitung cukup menjadi perhatian dan diminati.

"Bahkan pengunjung pameran batu hias sangat tertarik juga dengan batu satam, karena batu berwarna hitam ini hanya ditemukan di Bangka Belitung. Batu jenis ini biasanya ditemukan penambang saat menggali bijih timah," ujarnya.

Menurut dia, sekarang batu hias asal Bangka Belitung cukup dikenal masyarakat luar daerah karena sudah teruji kualitas dan bentuknya yang unik.

"Selain itu dari komunitas yang hobi mengoleksi batu hias ini terus gencar mempromosikan batu hias lokal melalu internet dan media jejaring sosial," ujarnya.

Pewarta: Oleh: Ahmadi
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026