Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah Tbk akan mencontoh Provinsi Bali dalam mengembangkan wisata bawah laut di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai komitmen dan dukungan perusahaan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan nelayan di negeri serumpun sebalai itu.
"Kita ingin mencontoh Bali dalam merehabilitasi lingkungan laut Babel," kata General Manajer Wilayah Operasi Babel PT Timah Tbk, Ahmad Syamhadi saat menghadiri penenggelam rumpon di Laut Rebo Kabupaten Bangka, Kamis.
Ia mengatakan rehabilitasi laut dan penenggelaman 2.000 unit rumah ikan di laut Pulau Bangka ini bisa disinergikan dengan program rehabilitasi terumbu karang laut di Pulau Bali. Masyarakat nelayan di Denpasar, Bali memasang replanting terumbu karang yang dikasih nama nelayan atau kelompok nelayan tersebut.
"Setelah pemasangan terumbu karang di titik-titik yang nelayan tentukan, selanjutnya enam bulan kedepan mereka kembali lagi dan ini seolah-olah terumbu karang yang ditanam milik nelayan atau kelompok nelayan tersebut," ujarnya.
Menurut dia dalam mendukung kunjungan wisatawan berwisata bawah laut ini, PT Timah Tbk akan membangun taman laut di Pulau Belitung dan Bangka, sebagai bentuk komitmen perusahaan merehabilitasi lingkungan laut di dua pulau ini.
"Kita ingin memberikan tema dan contoh, bagaimana merehabilitasi serta mengelola laut akibat penambangan," katanya.
Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut DKP Provinsi Kepulauan Babel, Fores Fernando mengatakan manfaat penebaran 2.000 rumpon kedepannya sangat bagus, guna mendukung pembangunan pariwisata Bangka Belitung.
"Tempat penyebaran rumpon ini nantinya akan menjadi titik-titik destinasi penyelaman di Pulau Bangka dan Belitung, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah ini," katanya.
Ia mengatakan kedepannya, Bangka Belitung tidak hanya menawarkan wisata pantai, tetapi juga wisata bawah laut.
"Meskipun wisata bawah laut ini buatan, tetapi nanti lama-kelamaan akan menjadi alami, karena terumbu karang akan secara alami tumbuh di titik-titik penenggelaman rumpon ini," katanya.