"Sampai dengan akhir Maret 2015, kami menerima 20 kasus pengaduan KDRT dengan berbagai alasan persoalan dan dua dari kasus itu sudah dilakukan proses hukum oleh pihak kepolisian Polres Bangka,"
Sungailiat (Antara Babel) -  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sampai dengan akhir Maret 2015 menerima sebanyak 20 pengaduan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan berbagai jenis persoalan.

"Sampai dengan akhir Maret 2015, kami menerima 20 kasus pengaduan KDRT dengan berbagai alasan persoalan dan dua dari kasus itu sudah dilakukan proses hukum oleh pihak kepolisian Polres Bangka," kata Ketua P2TP2A Kabupaten Bangka, Nurmala Dewi di Sungailiat, Jumat.    
   
Dia mengatakan, sebagian besar pengaduan kasus KDRT kepihaknya adalah masalah ekonomi, orang ketiga dan persoalan lainnya termasuk disebabkan nikah usia dini karena dianggap belum mampu dalam menghadapi persoalan rumah tangga.

"Korban KDRT yang mengadukan kepihak kami, biasanya dilakukan mediasi agar kedua belah pihak antara suami dan istri dapat kembali bersatu dalam rumah tangga yang baik," katanya.

Sebenarnya menurutnya, masalah ekonomi adalah persoalan yang relatif di masing-masing keluarga karena gaya hidup sangat mempengaruhinya.

"Seorang istri ada yang menerima pendapatan hasil kerja suaminya yang pas-pasan, namun sebaliknya karena faktor gaya hidup mewah ada pula istri yang selalu menuntut lebih dari penghasilan suami sehingga persoalan ini memicu hal tidak baik atau KDRT," katanya.

Dia mengingatkan kepada seluruh kepala rumah tangga, sebesar apapun masalahnya di keluarga itu hendaknya jangan sekali-kali melakukan kekerasan seperti, menampar istri atau anak karena tindakannya itu melanggar aturan hukum.

"Begitu pula seorang istri harus lapang dada menerima hasil kerja suaminya seberapapun pendapatannya, jangan terlalu menuntut lebih di luar kemampuan suami karena alasan untuk kepentingan yang kurang bermanfaat," ujarnya.

Menurutnya, terbangunnya komunikasi yang baik serta penanaman agama di dalam rumah tangga merupakan langkah yang tepat terbentuknya keluarga yang damai.



Pewarta: Kasmono
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026