Seorang penulis kontemporer terkemuka asal Amerika Serikat Alvin Toffler, pada tahun 1950an, meramalkan mereka yang disebut buta huruf (illiterate) di abad ke-21 bukanlah orang-orang yang tidak bisa membaca dan menulis, namun mereka yang tidak bisa belajar, menanggalkan pelajaran sebelumnya, dan belajar kembali.
Manusia modern akan semakin membutuhkan media massa karena kesadaran yang kian tinggi akan informasi.
Menurut Avin, informasi menjadi kekuatan untuk bersaing di dunia masa kini, masa di mana era industrialisasi berakhir dengan dimulainya era baru, yakni era informasi.
Jika ingin menguasai dunia, maka harus menguasai informasi, dalam hal ini media massa menjadi kunci keberhasilan sebuah kekuasaan.
Di era informasi saat ini, praktek-praktek jurnalisme yang diterapkan media massa sangat mempengaruhi pemahaman masyarakat dalam segala bidang.
Oleh sebab itu, pemilihan praktek jurnalisme yang bijak merupakan awal dari sebuah keberhasilan bangsa dalam membangun.
Di antara banyaknya pilihan jurnalisme yang dipraktekkan oleh berbagai perusahaan media, jurnalisme pembangunan dianggap salah satu yang paling tepat diterapkan di tanah air karena dapat menyebarkan nilai-nilai optimisme.
jurnalisme pembangunan
Jurnalisme pembangunan atau "journalism of development" adalah jurnalisme yang bertujuan untuk memberikan pemahaman masyakarat tentang pembangunan.
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Perum LKBN Antara Naufal Mahfudz, akhir pekan lalu, menyatakan Perum LKBN Antara senantiasa menyebarkan jurnalisme pembangunan untuk memotivasi dan meningkatkan partisipasi dalam melaksanakan program pembangunan.
"Jurnalisme pembangunan meyakinkan masyarakat akan masa depan, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam pembangunan," kata Naufal di Sungailiat beberapa waktu lalu.
Untuk melaksanakan jurnalisme pembangunan, Naufal mengatakan, hendaknya sebuah perusahaan media didukung oleh sumber daya manusia yang tangguh.
"Khususnya untuk Perum LKBN Antara, semua jurnalis dan karyawannya harus tangguh dan tidak boleh loyo, selain itu mereka harus memahami misi lembaga yakni untuk turut mencerdaskan dan peningkatkan derajat kesejahtaraan bangsa," katanya.
Dengan demikian, berita-berita yang disebarkan haruslah bersifat membangun dan memberikan pencerahan, serta mengedukasi masyarakat.
Sebagai 'nation public relation', Perum LKBN Antara memilih melaksanakan jurnalisme pembangunan untuk menyampaikan pesan pesan pembangunan kepada masyarakat sekaligus mengangkat citra baik bangsa di mata masyarakat internasional dan menjadi penyeimbang dari berita berita jurnalis asing yang mendiskreditkan Indonesia.
"Media massa adalah sebuah ruang publik yang harus diisi, jika ruang tersebut diisi dengan jurnalistik pembangunan maka ruang tersebut akan selalu dibaca dengan pemahaman dan kesan secara positif, tapi kalau diisi dengan berita-berita negatif maka kesan dan pemahaman pembacaannya terhadap pesan yang disampaikan juga negatif, oleh sebab itu, kami selalu berusaha memberi arahan pada 33 biro ANTARA se-Indonesia termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk membuat berita positif yang bisa dipertanggungjawabkan secara moral untuk membentuk watak dan sikap mental yang positif di kalangan masyarakat terhadap persoalan-persoalan pembangunan," katanya.
Naufal menambahkan, sejak 2007 status badan hukum LKBN Antara menjadi badan usaha milik negara (BUMN) di bawah naungan kementrian BUMN.
"Oleh sebab itu, peran para jurnalis Perum LKBN Antara tidak hanya di bidang jurnalistik tapi juga dibekali dengan kemampuan komersial," kata Naufal.
Jumlah biro Perum LKBN Antara yang tersebar di lebih 33 provinsi di Indonesia dan di luar negeri, kata Naufal, menjadi kekuatan Perum LKBN Antara untuk menjadi pendukung pembangunan dengan menyebarkan berita-berita positif yang menumbuhkan rasa kebangsaan yang tinggi.
"Dalam sehari, Perum LKBN Antara dapat memproduksi lebih dari 1300 berita teks secara nasional yang kemudian disebarluaskan untuk dilanggani media di seluruh Indonesia termasuk lima koran daerah di Babel," katanya.
Selain berita teks, Perum LKBN Antara juga memproduksi berita foto, tv content provider, berita website, dan lain-lain.
"Visi misi Antara adalah senantiasa mencerdaskan bangsa, oleh sebab itu, sebenarnya jurnalistik pembangunan sudah ada dalam berita-berita Antara," kata Naufal.
Sarat Nilai
Sementara itu, mantan Kepala Biro Perum LKBN Antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung I Made Tinggal Karyawan mengemukakan jurnalisme pembangunan yang dikembangkan LKBN Antara sarat dengan muatan nilai-nilai pembangunan karena itu tidak akan kehilangan ruh nilainya tersebut, apalagi terjerumus pada berita berita asal bapak senang (ABS)," ujar I Made yang akan dilantik menjadi Kepala Biro Perum LKBN Antara Provinsi Bali, setelah 7,5 tahun memimpin Perum LKBN Antara Bangka Belitung.
I Made mengatakan semua berita berita ANTARA yang disiarkan kepada ratusan pelanggan media cetak dan elektronik serta masyarakat umum sangat menjunjung tinggi kejujuran, karena nilai-nilai kejujuran merupakan ruh dari jurnalisme pembangunan agar selalu dipercaya masyarakat sebagai agen pembaharuan bangsa dan negara.
Lebih lanjut, I Made mengatakan jurnalisme pembangunan merupakan alat penyeimbang dari berita-berita yang secara tidak bertanggung jawab mendiskreditkan dan berdampak destruktif dalam kehidupan masyarakat karena ketidak obyektifannya.
Karakter berita-berita pembangunan yang dikembangkan LKBN Antara bukan hanya mengangkat isu-isu yang positif semata, tetapi secara lebih jauh juga mengangkat isu-isu negatif yang menjadi masalah sosial masyarakat seperti kenakalan remaja, kriminal dan kemiskinan.
"Hanya saja dalam pengolahan datanya perlu diberikan pengayaan nilai dari berbagai narasumber yang berkompeten di bidangnya seperti pakar sosiologi, psikologi dan MUI sehingga nampak jelas bagaimana masalah itu sampai terjadi dan apa intervensi yang harus dilakukan dalam proses penyembuhan masalah itu," ujarnya.
Ia menunjuk contoh masalah kenakalan remaja tidak terlepas dari lemahnya pengendalian sosial dari tingkat keluarga, lembaga lembaga sosial hingga pemerintah daerah, sehingga dalam sebuah berita bukan hanya nampak dari sisi negatifnya semata tetapi menjadi pesan pesan yang konstruktif bagi perubahan sosial.
Melalui jurnaslisme pembangunan, berbegai program dan potensi daerah akan bisa dikemas secara menarik dalam memotivasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
"Bangka Belitung yang memiliki kekayaan multikultur dan multietnis akan menjadi sebuah 'pilot project' yang pas bagi Indonesia untuk mengembangkan jurnalisme pembangunan karena potensi keanekaragaman masyarakatnya," kata I Made Tinggal Karyawan.
Jurnalisme pembangunan yang mengutamakan peranan pers dalam rangka pembangunan nasional negara dengan tujuan untuk mencapai perubahan ke arah yang lebih baik dinilai tepat jika diterapkan di daerah dengan latar belakang budaya yang beragam.
"Dengan semangat bhineka tunggal ika, maka pembangunan akan berjalan ke arah yang lebih baik jika dikawal dengan pemeritaan yang positif," katanya.
