Berdasarkan informasi dari pemerintah pusat, bahwa terdapat 18 TPS yang rawan terjadi konflik.Pangkalpinang (Antara Babel) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi menyatakan sebanyak 18 titik tempat pemunggutan suara (TPS) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di empat kabupaten pada 9 Desember 2015 rawan konflik, sehingga perlu ditingkatkan pengamanan di TPS tersebut.
"Berdasarkan informasi dari pemerintah pusat, bahwa terdapat 18 TPS yang rawan terjadi konflik," kata Rustam Effendi di Pangkalpinang, Senin.
Berdasarkan informasi pemerintah pusat tersebut, kata dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polri, TNI, Bawaslu guna meningkatkan pengamanan menjelang pilkada di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur.
"Kita percaya bahwa pelaksanaan pesta demokrasi nanti akan berjalan dengan aman dan damai, karena kita telah berkoordinasi dengan pihak keamanan dan partai politik untuk menciptakan kondisi kondusif," ujarnya.
Ia mengatakan pilkada serentak yang dilaksanakan di seluruh Indonesia ini merupakan hal yang baru sehingga perlu memantapkan kepastian dan pelaksanaan pilkada ini.
"Kita telah memantapkan keamanan untuk mengantisipasi berbagai konflik menjelang dan pasca pesta demokrasi ini," ujarnya.
Menurut dia apabila terjadi konflik dalam pilkada, maka dampaknya akan merugikan semua pihak dan akan berpengaruh terhadap percepatan pembangunan di daerah ini.
"Jika terjadi konflik, maka investor dari luar akan enggan untuk datang berinvestasi ke daerah ini," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, diimbau seluruh komponen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan menjelang dan pasca pelaksanaan pilkada.
"Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas keamanan, karena keberhasilan pelaksanaan pilkada ini menjadi barometer pemerintah dalam percepatan pembangunan," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.