Sungailiat (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil menurunkan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Kota Sungailiat dari sebelumnya rata-rata 60 ton per hari menjadi 58 ton per hari.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Feggy Vera Lusianti di Sungailiat, Bangka, Senin, mengatakan keberhasilan menurunkan volume sampah rata-rata dua ton per hari setelah pihaknya melakukan tindakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) secara intensif ke masyarakat.
"Kita terus berupaya semaksimal mungkin volume sampah yang masuk ke TPA terus menurun meskipun membutuhkan waktu yang tidak singkat membangun kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya," jelas dia.
Puluhan ton sampah itu dikumpulkan dari sejumlah titik tempat pembuangan sementara (TPS) di kota Sungailiat. Masyarakat yang tidak mau membuang sampah ke TPS dapat menggunakan jasa pengambilan sampah oleh petugas kelurahan dengan membayar retribusi dengan besaran yang sudah ditetapkan.
Menurut dia, pengurangan volume sampah dapat dilakukan dengan memilah sampah organik dan organik pada tahapan awal sebelum sampah masuk ke TPA.
"Pengurangan sampah di sumber dengan memaksimalkan peran bank sampah untuk turun langsung ke masyarakat memberikan sosialisasi, edukasi dan aksi," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini, tercatat ada enam bank sampah yang menampung dan memisahkan sampah yang dikumpulkan dari masyarakat.
"Ada satu bank sampah di Lingkungan Srimenanti Sungailiat yang menjadi percontohan, di lingkungan itu pihak bank sampah membangun kesadaran dan mendorong masyarakat untuk menyedekahkan sampah," katanya.
Masyarakat Kota Sungailiat kata dia, menyedekahkan sampah non organik ke bank sampah untuk dilakukan pemilahan dan dijual ke pengumpul sampah.
"Hasil penjualan sampah oleh bank sampah disalurkan untuk kegiatan sosial penyantunan anak yatim dan kaum dhuafa di lingkungan itu," jelasnya.
Ia menambahkan kegiatan bank sampah tidak hanya menanamkan kepedulian lingkungan kepada masyarakat, namun juga memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pewarta: KasmonoEditor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026