Kami meminta kepada Pj Bupati Bangka Selatan Huzarni Rani untuk serius menyikapi operasi TI apung di Pantai Kubu yang kian memprihatinkan dan merusak lingkungan pantaiToboali (Antara Babel) - Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempa) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menolak keras operasi tambang inkonvensional (TI) apung di sepanjang Pantai Kubu Toboali.
"Kami meminta kepada Pj Bupati Bangka Selatan Huzarni Rani untuk serius menyikapi operasi TI apung di Pantai Kubu yang kian memprihatinkan dan merusak lingkungan pantai," kata Ketua Gempa Bangka Selatan, Yudi Andrianto di Toboali, Selasa.
Ia mengatakan TI apung sudah mengancam kelestarian dan kelangsungan mahkluk hidup di pantai tersebut.
"Pantai Kubu ini merupakan salah satu destinasi wisata dan ini jelas sudah melanggar aturan yang berlaku, karena objek wisata tersebut sudah rusak parah akibat tambang," ujarnya.
Menurut dia kondisi lingkungan pantai yang rusak ini karena tidak adanya tindakan dari pemda dan terkesan melakukan pembiaran terhadap aktivitas tambang ilegal.
"Semestinya pemerintah daerah segera mencegah dan mengawasi lingkungan alam yang telah dirusak ini sesuai dengan tujuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup itu sendiri," katanya.
Ia menjelaskan, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) mengatur secara terpadu dan sistematis mengenai pelestarian lingkungan hidup, namun entah mengapa pemda enggan melaksanakan aturan tersebut.
"Semua aturan sudah jelas hanya tinggal pemda mau atau tidak melakukannya, sebaiknya segeralah melakukan pengendalian, pemeliharaan, pengawasan serta penegakan hukum," harapnya.
Demikian juga Medi, aktivis lingkungan Kabupaten Bangka Selatan menyatakan hampir ratusan ponton TI tower beroperasi laut Pantai Tanjung Kubu.
"Kegiatan penambangan ilegal ini hampir terjadi selama beberapa bulan lalu hingga sekarang, namun belum ada aksi nyata pemda untuk melakukan tindakan penyelamatan lingkungan ini," katanya.
Ia mengharapkan pemda mempunyai komitmen yang kuat untuk menyelamatkan lingkungan hidup ini dari aktivitas penambangan ilegal.
"Jika dibiarkan berlarut-larut, maka kerusakan lingkungan semakin parah dan menggangu aktivitas nelayan yang menjadi laut sebagai mata pencariannya," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, masyarakat agar lebih responsif untuk mengkampanyekan penyelamatan terhadap lingkungan hidup ini," katanya.
Pewarta: JuniardiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.