Ini harus menjadi progres pemerintah daerah mengingat 10 tahun ke depan Pulau Bangka ini mengalami darurat air bersih
Koba (Antara Babel) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman berpendapat untuk 10 tahun ke depan Pulau Bangka akan mengalami kondisi darurat air bersih, sehingga harus dilakukan gerakan secara masif untuk mengatasi itu.

"Ini harus menjadi progres pemerintah daerah mengingat 10 tahun ke depan Pulau Bangka ini mengalami darurat air bersih," ujarnya di Koba, Rabu.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah harus mengantisipasinya dari sekarang dengan menjaga dan memelihara sejumlah sumber air baku di antaranya kolong atau lubang bekas tambang bijih timah.

"Sekarang saja di Bangka saat terjadi musim kemarau maka warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih, selama ini mereka menggunakan air kolong namun banyak yang kering," ujarnya.

Ia mengatakan, di antara penyebab adalahnya banyaknya kolong yang ditimbun padahal itu menjadi sumber air untuk mengatasi kekeringan.

"Kolong jangan ditimbun, tetapi dipelihara dan dikendali agar menjadi sumber air bagi masyarakat," ujarnya.

Justeru itu, kata dia, harus dilakukan gerakan secara masif yang dikoordinir Pemerintah Provinsi Babel dengan data yang lebih baik.

"Pemerintah daerah harus tahu berapa jumlah penduduk dan berapa jumlah debit air yang tertampung di dalam kolong sehingga suatu saat nanti ketika jumlah penduduk bertambah bisa diketahui kapasitas air," katanya.

"Jangan dulu bicara air dialirkan kemana, tetapi sumbernya dulu yang harus dipelihara," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026