Gwynne Shotwell, Presiden dan COO Space X, berkata pada Rabu bahwa layanan Starlink yang telah menyediakan komunikasi pita lebar dalam pertahanannya melawan kekuatan Rusia, tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi senjata.
Mykhailo Podolyak, penasihat politik Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, mengkritik keputusan itu di Twitter, perusahaan lainnya yang dimiliki miliarder Musk.
"Setahun setelah perlawanan Ukraina dan perusahaan harus memilih, mereka berada di pihak Ukraina dan hak untuk kebebasan, serta tidak mencari cara untuk menistakannya. Atau mereka berada di pihak Rusia dan 'hak'-nya untuk membunuh dan mencaplok wilayah," tulis Podolyak.
"SpaceX (Starlink) dan Nyonya Shotwell harus memilih opsi yang tegas," lanjut Podolyak.
Militer Ukraina telah menggunakan peralatan Starlink untuk berkomunikasi di medan pertempuran. Beberapa peralatan itu disediakan SpaceX tanpa dikenakan biaya.
Meski Starlink berperan penting bagi Kiev, Podolyak beberapa kali mengkritik Musk sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Podolyak telah menolak gagasan yang dilontarkan Musk untuk "menukar wilayah asing untuk perdamaian rekaan", dan mendesak Musk untuk tidak bersikap pesimistis terhadap akun resmi Ukraina dalam menghadapi konflik.
Sumber : Reuters
Pewarta: M Razi RahmanUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.