Saat ini tim sedang melakukan pendataan untuk mengetahui berapa luas kebun rusak dan kerugian yang dialami petani.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendata perkebunan lada putih petani di empat kabupaten yang rusak karena banjir dua pekan lalu.

"Saat ini tim sedang melakukan pendataan untuk mengetahui berapa luas kebun rusak dan kerugian yang dialami petani," kata Kabid Perkebunan Distanbunnak Kepulauan Babel Zola di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 hingga dua meter dua pekan lalu mengakibatkan sebagian besar kebun lada petani di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, dan Bangka Selatan rusak, karena berada di dataran rendah.

Sementara itu, perkebunan karet petani tidak ada yang mengalami kerusakan, karena berada di kawasan yang cukup tinggi.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita sudah mendapatkan luas perkebunan rusak dan memperkirakan kerugian petani lada karena bencana alam itu," katanya.

Menurut dia, pendataan ini penting agar pemerintah daerah bisa mengambil kebijakan untuk membantu petani yang lahan perkebunannya rusak karena bencana alam.

"Kita belum mengetahui kebijakan pemerintah untuk membantu petani ini, apa akan disalurkan bantuan bibit, dana dan lainnya untuk membantu petani," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, diharapkan petugas pendata untuk berkoordinasi dengan dinas terkait di kabupaten, agar data yang diperoleh lebih valid.

"Kita berharap petani yang terkena musibah tetap bersemangat mengembangkan perkebunan ladanya. Jangan sampai petani ini putus asa dan tidak lagi mengembangkan komoditas ekspor ini," ujarnya.



Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026