Pangkalpinang (ANTARA) - Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyebutkan potensi ekspor lada putih dan hitam ke Jepang sangat tinggi, karena seluruh makanan masyarakat di negara tersebut berbasis lada.
"Konsumen lada di Jepang luar biasa karena semua makanannya berbasis lada, garam dan pala," kata Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementan, Kuntoro Boga Andri saat menghadiri FGD lada putih di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan, potensi ekspor lada putih dan hitam di Jepang sangat tinggi, sehingga dapat meningkatkan ekspor komoditas lada putih dari Kepulauan Bangka Belitung dan lada hitam Lampung.
"Permintaan pasar dunia terhadap lada ini tinggi, namun yang menjadi masalah sekarang ini produksi lada di Indonesia mengalami penurunan karena semakin berkurangnya luas perkebunan komoditas ini," katanya.
Ia menyatakan, produksi lada di Indonesia pada 2025 sebanyak 63.461 ton, 2024 sebanyak 62.625 ton, 2023 sebanyak 64.279 ton, 2022 sebanyak 75.205 ton, 2021 sebanyak 79.548 ton, 2020 sebanyak 82.379 ton dan 2019 sebanyak 83.915 ton.
"Ini menjadi fokus kita untuk mengembalikan kejayaan lada ini, karena produsen lada bukan hanya Indonesia tetapi juga negara lainnya seperti Vietnam, India dan Pakistan," katanya.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel Erwin Krisnawinata mengatakan, lada putih yang dihasilkan dari Bangka Belitung memiliki cita rasa khas dengan tingkat kepedasan yang tinggi.
“Ironisnya berdasarkan data beberapa tahun terakhir menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan yaitu pada saat harga di pasar dunia membaik dan permintaan tetap kuat, para petani justru meninggalkan kebun lada,” ujarnya.
