Namun pembangunan tower sisipan ini harus kami usulkan kembali dan itu tidak bisa dipastikan disetujui atau tidak.Koba (Antara Babel) - Manajer Unit Pembangunan PT PLN Rayon Palembang, Adril Pajri mengatakan akan dibangun tower sisipan jika warga tetap bersikukuh menolak pembangunan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) di kawasan Kelurahan Arung Dalam, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Namun pembangunan tower sisipan ini harus kami usulkan kembali dan itu tidak bisa dipastikan disetujui atau tidak," katanya di Koba, Rabu.
Ia mengatakan itu terkait penolakan warga di Kelurahan Arung Dalam terhadap pembangunan SUTT dengan ketegangan 150 KVA di kawasan tersebut.
"Pembangunan tapak tower SUTT tersebut sudah berdasarkan hasil kajian mendalam dari tim independen, titiknya tidak mungkin diubah lagi. Jika warga tetap menolak maka kami upayakan membangun tower sisipan," ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan tower sisipan untuk menjauhkan kabel jaringan dari pemukiman warga sekitar SUTT.
"Kami sudah membangun tapak tower di titik 229 dan 233, kemudian akan dilanjutkan di titik 230 yang sekarang ditolak warga dan minta pembangunannya digeser lebih jauh dari pemukiman," ujarnya.
Ia mengatakan, secara teknis pergeseran tidak mungkin dilakukan karena sudah dilakukan pembangunan di titik 229.
"Pembangunan tower di titik 230 akan terhubung dengan 229, secara teknis tentu tidak mungkin dilakukan karena titik 229 sudah dibangun," ujarnya.
Jika warga minta digeser lebih jauh, kata dia, tidak akan menyelesaikan masalah dan justeru menimbulkan masalah baru.
"Jarak antar tower juga sudah dihitung secara teknis, jika terlalu jauh maka berpengaruh terhadap tingkat ketegangan kabel dan itu jelas sangat rawan," ujarnya.
Pewarta: AhmadiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.