"Permintaan ikan selama puasa Ramadhan meningkat tajam karena ikan merupakan menu yang paling digemari masyarakat untuk diolah menjadi aneka masakan,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok ikan di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), berkurang karena sebagian besar nelayan belum melaut selama puasa Ramadhan 1434 Hijriyah.


Maman, pedagang ikan di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Sabtu, mengatakan, persediaan ikan mulai menipis seiring meningkatnya permintaan ibu rumah tangga dan pedagang jajanan berbuka puasa.


"Permintaan ikan selama puasa Ramadhan meningkat tajam karena ikan merupakan menu yang paling digemari masyarakat untuk diolah menjadi aneka masakan," ujarnya.


Ia menjelaskan, sementara pedagang kesulitan untuk menambah pasokan baru karena ketersediaan ikan di Tempat Penampungan Ikan (TPI) terbatas.


"Nelayan tradisional di Pangkalpinang banyak yang belum melaut masih menikmati suasana puasa berkumpul bersama keluarganya, sehingga pasokan ikan turun drastis," ujarnya.


Selain itu, berkurangnya ketersediaan ikan juga dampak dari cuaca yang tidak menentu hampir sebulan terakhir sehingga hasil tangkapan nelayan berkurang.


Ia mengatakan, harga ikan mengalami kenaikan yang cukup tinggi, karena kebutuhan ikan meningkat dari sebelumnya, seperti harga tenggiri mencapai Rp60 ribu per kilogram dari harga Rp50 ribu per kilogram.


"Harga kreasi naik menjadi Rp40 ribu per kilogram dari Rp30 ribu per kilogram , gembung naik menjadi Rp35 ribu per kilogram dari harga Rp30 ribu per kilogram," ujarnya.


Diperkirakan harga ikan masih akan bertahan tinggi karena persediaan hampir habis, sedangkan pasokan dari para nelayan belum mengalami peningkatan.


Yeti, pedagang ikan di Pasar Rumput Pangkalpinang, mengatakan, saat ini persediaan ikan hampir habis karena permintaan masyarakat meningkat tajam terutama pedagang jajanan berbuka puasa yang berbahan ikan.


"Sementara pasokan ikan sangat sedikit belum bisa memenuhi lonjakan permintaan masyarakat, karena masih banyak nelayan yang belum melaut," ujarnya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026