Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komite II DPD RI Matheus Stefi Pasimanjeku itu diterima Gubernur Babel dan Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Kantor Gubernur, Pangkalpinang, Selasa.
Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan untuk membahas pertanian, perkebunan, perhubungan, kelautan dan perikanan, energi dan sumber daya mineral, kehutanan dan lingkungan hidup, pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan daerah tertinggal, perindustrian dan perdagangan, penanaman modal dan pekerjaan umum di Babel.
Anggota Komite II yang hadir dalam kunjungan tersebut yaitu Parlindungan Purba, Noorhari Astuti, Hana Hasanah Fadel Muhammad, Insiawati Ayus, Etha Aisyah Hentihu, Abdul Jabbar Toba, Abdul Aziz, Djasarmen Purba, Muhammad Afnan Hadikusumo, Muh Asri Anas, Gusti Farid Hasan Aman, Aryanthi Baramuli Putri, M Syukur, Ahmad Subadri, Afrizal, dan Abraham Liyanto.
"Sebagai daerah yang baru berkembangan kemajuan Babel saat ini sangat bagus dan nantinya jika dikelola dengan baik hasilnya dipastikan akan sesuai dengan harapan kita bersama," kata Matheus Stefi Pasimanjeku.
Menurut dia, semua kendala dan permasalahan yang ada di Babel nantinya akan dibahas kembali dalam rapat dan akan dilakukan upaya-upaya penyelesaian secara bijaksana.
Secara umum, kata Matheus, pembangunan di Babel tidak mengalami kendala serius karena upaya dan kerja keras pemerintah daerah dalam melakukan pembangunan sangat bagus.
Akan tetapi, kata dia, yang menjadi kendala saat ini hanya masalah anggaran yang masih minim untuk bisa melakukan pembangunan secara serentak sesuai dengan rencana awal.
"Permasalahan dana ini memang sudah menjadi permasalahan umum di semua daerah dan DPD RI Komite II siap membantu dalam pengajuan dana ke pemerintah pusat agar pembangunan bisa berjalan lancar," katanya.
Sementara itu, Gubernur Babel Eko Maulana Ali berharap kunjungan kerja DPD RI tersebut bisa menjembatani pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
"Kami berharap kunjungan kerja kali ini bisa memberikan perubahan yang baik untuk masyarakat Babel, karena secara umum pembangunan daerah Babel masih perlu mendapat sentuhan-sentuhan pemerintah pusat agar berjalan sesuai dengan rencana," tegasnya.
Editor : Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.