Mentok, Babel (ANTARA) - Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantu meningkatkan keterampilan para guru dan pelajar dengan memberikan pelatihan cara produksi video konten yang berkaitan dengan literasi.
Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Bangka Barat Eka Octawianto di Mentok, Senin, mengatakan tujuan kegiatan ini untuk menyebarluaskan informasi program perpustakaan, pengembangan budaya baca dan literasi di masyarakat.
"Kami juga ingin memberikan pengetahuan kepada para pembuat video konten pemula tentang cara penyusunan skrip video, teknik pengambilan gambar video, penyuntingan dan hal lainnya yang berhubungan dengan pembuatan video konten," katanya.
Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Farouk Yohansyah, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
"Edukasi pembuatan konten video literasi ini diharapkan bisa memberikan bekal bagi para peserta sehingga ke depan konten-konten video literasi semakin baik dan berkualitas," katanya.
Pada kegiatan itu, para peserta dibekali tata cara pembuatan video konten, teknik penyusunan konsep, naskah (skrip), dan pemasaran produk.
"Dengan pembuatan konten yang menarik dan berkualitas tentu berpeluang mendatangkan keuntungan," katanya.
Menurut dia, saat ini konten-konten yang berkaitan dengan Bangka Barat, baik itu konten tentang pariwisata, budaya lokal masih sedikit, sehingga dengan kegiatan itu diharapkan muncul banyak pemula bertalenta yang memelopori pembuatan konten promosi eksistensi budaya lokal, pariwisata dan kearifan lokal Bangka Barat.
"Saat pembuatan konten hendaknya memikirkan hal-hal menarik sehingga produk konten mendapat perhatian dari pengikut," katanya.
Guru SMA Negeri 1 Jebus yang menjadi peserta pelatihan Rofian mengharapkan pelatihan ini memberikan dampak besar bagi para siswa sekolah itu yang juga ikut menjadi peserta pelatihan.
"Melalui kegiatan ini kami harapkan para siswa mampu mengembangkan kreativitas dalam bermedia sosial dan menyalurkan seluruh ide dan bakat mereka dalam bentuk video," katanya.
