Pangkalpinang, Babel (ANTARA) - BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat Kepulauan Babel pada April 2025 mengalami inflasi secara tahunan (year on year/y-on-y) 1,37 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) 106,03 dibandingkan April tahun sebelumnya 104,60.
"Secara month to month, Babel mengalami inflasi 0,77 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan inflasi y-on-y Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada April 2025, karena adanya kenaikan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,97 persen serta pakaian dan alas kaki 1,52 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 0,33 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,29 persen, kesehatan 1,29 persen, transportasi 0,10 persen, serta rekreasi, olahraga dan budaya naik 1,09 persen.
Selanjutnya, kelompok pendidikan juga naik 3,20 persen, penyediaan makanan dan minuman, restoran 0,71 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 5,41 persen.
"Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau mengalami deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,69 persen," katanya.
Ia menyatakan kelompok pengeluaran yang memberikan andil terhadap inflasi y-on-y, yaitu makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,73 persen, pakaian dan
alas kaki 0,08 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,04 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,02 persen, kesehatan 0,03 persen, transportasi 0,01 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,02 persen, pendidikan 0,10 persen, penyediaan makanan dan minuman 0,06 persen, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,32 persen.
Sementara, kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan terhadap deflasi y-on-y yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi y-on-y, antara lain emas perhiasan, sigaret kretek mesin, minyak goreng, ikan selar, ikan tude, cabai merah, cabai rawit, bayam, kopi bubuk, sigaret kretek tangan, sepeda motor, sawi hijau, perguruan tinggi, mobil, kangkung, mi kering instan, kelapa, sigaret putih mesin, terong, cumi-cumi dan susu cair kemasan," katanya.
