Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama Kepolisian Resor setempat dan perusahaan swasta menyiapkan lahan program ketahanan pangan seluas 68,3 hektare untuk menanam jagung.
"Penyediaan lahan tanam jagung di lahan perhutanan sosial tersebut untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan, hari ini kita laksanakan penanaman," kata Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha di Mentok, Rabu.
Sebanyak 68,3 hektare lahan tersebar di berbagai desa di seluruh kecamatan yang rencananya ditanami jagung secara bertahap.
Program ini merupakan bentuk konkret kontribusi daerah terhadap upaya Pemerintah Pusat dalam memperkuat ketersediaan pangan, terutama komoditas jagung sebagai bahan pokok yang strategis.
Penanaman hari ini merupakan kegiatan penanaman awal masa tanam ketiga, karena sebelumnya Polres Bangka Barat bersama Pemkab dan perusahaan telah melaksanakan kegiatan serupa sebanyak dua periode.
"Kita ingin meningkatkan produktivitas pertanian rakyat, mengurangi ketergantungan impor, dan menjaga stabilitas harga pangan dalam negeri," ujarnya.
Sejumlah lokasi penanaman di Bangka Barat sudah mulai digarap, dengan beberapa lokasi utama, meliputi Desa Pradong Kecamatan Simpangteritip, lahan milik PT Sawindo Kencana di Kecamatan Tempilang, Desa Mislak di Kecamatan Jebus, Desa Tebing di Kecamatan Kelapa dan di lahan yang berlokasi di belakan Mapolsek Mentok.
Diharapkan, melalui program ini, tidak hanya ketahanan pangan yang tercapai, tetapi juga kesejahteraan petani lokal meningkat dan ketergantungan daerah terhadap pasokan luar berkurang secara signifikan.
Kegiatan hari ini yang digelar di lahan belakang Mapolres mentok diawali dengan pelaksanaan video konferensi secara nasional bersama jajaran Kementerian Pertanian dan berbagai daerah di Indonesia.
Gerakan serentak penanaman jagung di lahan perhutanan sosial tersebut dihadiri sejumlah pejabat di Kabupaten Bangka Barat, antara lain Kapolres, Asisten II Setda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, para pejabat utama Polres Bangka Barat, Camat dan Kepala Desa, personel TNI-Polri, dan sejumlah penyuluh pertanian.
"Ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya melalui peningkatan produksi jagung sebagai salah satu komoditas strategis," katanya.
Menurut dia, penanaman jagung yang dilaksanakan hari ini merupakan salah satu langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian masyarakat di sektor pertanian.
Dari sebanyak 68,3 hektare yang sudah disiapkan, pada periode ini akan ditanam jagung seluas 7,5 hektare d beberapa lokasi, yaitu di Desa Peradong satu hektare, lahan PT Sawindo tiga hektare, Desa Mislak satu hektare, Desa Tebing satu hektare dan di Mapolsek Mentok 0,5 hektare.
"Hari ini kita tanam 0,5 hektare di lahan belakang Mapolsek Mentok, dengan kapasitas 1.000 batang tanaman jagung," katanya.
Sinergisitas mewujudkan ketahanan pangan ini bukan sekadar program, tetapi investasi masa depan bangsa untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026