Pangkalpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani menyatakan investor asal China tertarik menginvestasikan Rp10 triliun untuk membangun pelabuhan berstandar internasional di Belinyu, Kabupaten Bangka.

"Investor asal China ini sudah datang dua kali dan ini membuktikan bahwa niat mereka untuk berinvestasi membangun pelabuhan internasional sudah luar biasa," kata Hidayat Arsani, di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan PT Hayin sebagai grup perusahaan pimpinan Mr Yu Jianguo yang berasal dari China ini tertarik berinvestasi sebesar Rp10 triliun untuk membangun pelabuhan skala internasional di Beliyu, Kabupaten Bangka, guna membangkitkan perekonomian masyarakat Kepulauan Babel khususnya warga Belinyu ini.

"Jika Allah SWT menghendaki, maka pelabuhan internasional di Belinyu segera terwujud, sehingga akan meningkatkan sektor perdagangan, industri dan lapangan pekerjaan dan lainnya untuk mendorong perekonomian masyarakat," katanya lagi.

Ia menyatakan kerja sama pembangunan pelabuhan internasional di Belinyu, yaitu PT Hayin bekerja sama dengan Pemprov Kepulauan Babel dan pemerintah daerah hanya menyediakan lahan seluas 400 hektare untuk pembangunan pelabuhan ekspor impor ini.

"Semua biaya pembangunan pelabuhan ini berasal dari investor, sementara pemprov hanya menyediakan lahan saja," katanya pula.

Dia menegaskan pemerintah daerah tidak ada dana sama sekali untuk membangun pelabuhan berskala internasional ini.

"Kami tidak ada dana untuk pembangunan pelabuhan ini dan kita akan mendapatkan 30 persen dari pelabuhan internasional ini," katanya lagi.

Mr Yu Jianguo menyebutkan kunjungan kedua kalinya ini sebagai progres lanjutan kerja sama yang terjalin antara perusahaan China Communications Construction Community (CCCC) dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel.

"Selama dua hari di sini, saya memandang sumber daya di sini sangat memadai dan merasa yakin bisa berhasil untuk di masa depan," ujarnya pula.



Pewarta: Aprionis
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026